TERNATE, PORTALMALUT.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate didesak untuk mengevaluasi Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 55 Kota Ternate, Ismiyati Abdullah karena diduga lalai dalam pengawasan yang mengakibatkan seorang siswa masih duduk di bangku kelas satu mengalami kecelakaan yakni terbentur dengan sepeda motor di jalan raya tepat depan sekolah SDN 55 Kota Ternate, Kelurahan Kasturian, Lingkungan Tobenga, Selasa 23/08/23) kamrin.
Desakan ini disampaikan oleh Akademisi STKIP Kie Raha Ternate, M. Iksan B. Aly yang dengan tegas menyebut, menyangkut keamanan dan keselamatan siswa saat berada di lingkungan sekolah adalah menjadi tanggung jawab penuh pihak pengelola sekolah yaitu guru-guru sampai Kepseknya itu sendiri.
“Terkait masalah kecelakaan siswa SDN 55 Kota Ternate ini memang miris dan cukup memprihatinkan. Seharusnya kejadian itu tidak terjadi, dan pihak sekolah harus dievaluasi, terutama kepala sekolahnya. Karena ini menyangkut keselamatan peserta didik,” ungkap Iksan, Sabtu (26/08/23).
Dirinya juga menyayangkan sikap pihak sekolah yang berdalil bahwa pintu pagar sekolah yang rusak sehingga siswa dapat dengan mudah untuk keluar masuk. Menurutnya kerusakan fasilitas sekolah seperti hal pagar harusnya diperbaiki sejak dini, sebelum hal-hal yang tidak diinginkan itu terjadi. Apalagi sesuai informasi, pintu pagar sekolah tersebut sudah lebih kurang satu tahun rusak.
“Saya meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, agar segera memanggil dan mengavaluasi Kepsek bersangkutan terkait persoalan ini. Agar tidak terjadi lagi kepada peserta didik yang lain ke depannya. Dan saya juga, mengharapkan DPRD, terutama Komisi III yang membidangi pendidikan, agar menyambangi sekolah SDN 55 dan melihat secara langsung kondisi yang ada agar menjadi bahan untuk mengevaluasi Kepsek,” katanya.
“Apapun yang terjadi, terkait kecelakaan yang menimpa peserta didik pihak sekolah termasuk Kepsek wajib bertanggung jawab, dan tak boleh lagi banyak bicara,” sambung Iksan mengakhiri.
Untuk diketahui, kecelakaan yang dialami oleh siswa yang masi duduk di bangku kelas satu itu karena pintu pagar sekolah yang rusak. Bahkan rusaknya sudah lebih dari setahun namun pihak sekolah terkesan mengabaikan. Selain itu, petugas yang menjaga pintu masuk sekolah juga berhenti karena diduga upahnya tidak diberikan oleh pihak sekolah. (Che/Red)













