TERANTE, PORTALMALUT.com – Aliansi Masyarakat Buli Peduli kawasan gunung Wato-wato di Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Rumah Dinas Gubernur Malut, Kamis (07/09/23) sebagai bentuk protes terhadap PT. Priven Lestari yang beroperasi di kawasan tersebut.
Dalam aksi ini massa mendesak Gubernur Maluku Utara untuk segera merekomendasikan pencabutan IUP PT. Priven Lestari ke kementrian ESDM. Dan juga mendesak dinas terkait untuk menginvestigasi dugaan manipulasi Amdal oleh PT. Priven Lestari. Selain itu, pendemo juga mendesak Pemerintah untuk berhentikan aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT. Privan Lestari.
Dalam tuntutan yang lain, Aliansi Masyarakat Buli Peduli Wato-wato juga mendesak Kapolda Maluku Utara untuk segara hentikan proses hukum terhadap sebelas (11) warga yang dilapor oleh PT. Priven Lestari. Dan juga mendesak Komnas HAM melakukan investigasi atas pelanggaran PT. Priven Lestari, Pemerintah, dan Aparat Kepolisian terhadap warga disana.

Kordinator lapangan, Fardin Basra kepada portalmalut.com mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara harus mengambil langkah tegas atas pertambangan yang dilakukan di pegunungan Wato-wato, sebab kawasan tersebut merupakan hutan lindung dan disekitar kawasan itu juga terdapat delapan (8) Desa yang masyarkatnya bergantung hidup dengan sumber air yang ada di gunung tersebut.
“Wato-wato adalah sumber ketergantungan warga 8 Desa atas mata air yang ada di Buli. Ada sembilan badan sungai dan 5 sumber air bersih yang harus dilindungi oleh warga. Gubernur harus ambil langkah tegas atas perusahan tersebut,” katanya.
Untuk diketuai, hingga berita ini diterbitkan, Aliansi Masyarakat Buli Peduli Wato-wato masih melakukan giat di depan kantor Reskrimum Polda Maluku Utara. **







