TERNATE, PORTALMALUT.com – Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, dijadwalkan menghadiri kampanye akbar di Kota Ternate, Maluku Utara yang rencana Selasa (6/2) pekan depan. Infomasi ini disampaikan langsung oleh Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Maluku Utara, Rabu (31/01/24).
Meski begitu, dari hasil koordinasi yang dilakukan oleh Ketua TKD Prabowo-Gibran Maluku Utara, Alien Mus bahwa, jadwal kedatangan Prabowo masih tentatif. Namun TKD sampai saat masih melakukan penyesuaian jadwal kampanye dari Tim Kampanye Nasional (TKN) yang ada di Jakarta.
“Kami pikir sesuai skema awal itu cawapres Gibran yang kampanye di Ternate, ternyata informasi terakhir berubah. Jadinya Pak Prabowo yang datang. Kalau melihat dukungan partai wajar-wajar saja tapi daya tarik Prabowo lebih dari itu,” kata Sekertaris TKD Malut, Saiful Ahmad.
Baginya, kehadiran Prabowo adalah sebuah kesempatan bagi masyarakat Maluku Utara untuk menyapa langsung dengan Menteri Pertahanan (Menhan) itu. Apalagi, menurut dia, banyak partai koalisi pun menanti kehadiran Prabowo di Malut. Dengan begitu, maka bukan tidak mungkin Prabowo akan mengulangi kemenangan di Maluku Utara.
“Kami tidak mengkhawatirkan jumlah massa untuk dimobilisasi dalam kampanye akbar nanti. Optimisme ini berdasarkan dukungan partai dengan basis terbesar di Maluku Utara berada di koalisi Prabowo-Gibran,” ucapnya.
“Kalau target untuk Gibran kemarin 30 ribu massa, berarti kalau Prabowo tentu lebih dari itu. Apalagi sudah ada sinyal, beliau bakal datang sehingga ada baliho berukuran besar sudah terpasang di lapangan Salero. Kalau massa lebih dari 30 ribu, saya rasa di lapangan cukup,” sambungnya.
Lebih lanjut, Saiful mengaku untuk kampanye Prabowo tidak perlu memobiliasi massa antar kabupaten, sebab masyarakat di Kota Ternate lebih dari 30 ribu orang yang menanti kehadiran Ketua Umum Partai Gerindra itu.
“Kalau kumpulkan orang dengan jumlah yang banyak itu tidak perlu mengangkut massa dari luar kota ini. Saya rasa pengurus dan simpatisan partai koalisi saja sudah lebih dari cukup, apalagi banyak kepala daerah dan dewan yang didominasi dari koalisi,” tutup Saiful. **













