Mengelola SDA dengan Bijak: Komitmen Harita Nickel di Obi

Mengelola SDA dengan Bijak: Komitmen Harita Nickel di Obi

Industri pertambangan Harita Nickel di Pulau Obi (Fot/Harita)

HALSEL, PORTALMALUT.com – Isu lingkungan selalu menjadi sorotan publik terhadap dunia industri pertambangan. Hal ini telah disadari betul oleh Harita Nickel, perusahaan pertambangan biji nikel yang beroperasi di Pulau Obi Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara. Untuk itu, perusahaan tersebut telah berkomitmen untuk tetap menerapkan prinsip keberlanjutan.

Sejak awal berdiri Harita Nickel memegang teguh prinsip bahwa setiap aktivitas tambang harus dilakukan secara bertanggung jawab. Prinsip ini tidak hanya tercermin pada kebijakan internal, tetapi juga dalam implementasinya di lapangan.

“Harita Nickel menerapkan sistem pengelolaan limbah terpadu untuk mencegah pencemaran tanah dan air. Limbah yang dihasilkan melalui proses pertambangan diproses dengan standar yang ketat sebelum dilepas kembali ke lingkungan,” kata Corporate Communications Superintendent, Harita Nickel, Joseph Sinaga.

Perusahaan juga melakukan pengujian berkala terhadap kualitas air, udara, dan tanah di sekitar area operasional untuk memastikan tidak ada dampak negatif bagi ekosistem dan masyarakat sekitar.

Selain itu, reklamasi lahan pasca tambang menjadi fokus utama dalam menjaga keberlanjutan. Harita Nickel memiliki program penghijauan di area bekas tambang dengan menanam vegetasi lokal yang sesuai dengan karakteristik tanah di Pulau Obi. Langkah ini tidak hanya untuk memenuhi kewajiban hukum, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk mengembalikan fungsi lahan agar tetap produktif di masa mendatang.

Menjaga Ekosistem dan Perairan

Dalam hal menjaga ekosistem dan perairan perusahaan selalu memastikan kebersihan dan kelestarian bahari. Harita Nickel selalu berupaya konsisten dengan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan dan keseimbangan lingkungan baik itu di daratan maupun perairan di sekitar perusahaan.

Proses pengambilan sampel oleh tim khusus untuk diuji (Fot/Fai)

Wujud komitmen ini diimplementasikan dengan melakukan banyak inisiatif untuk menjaga kelestarian, yaitu dengan memiliki tim khusus yang bertugas untuk memantau ekosistem perairan di Pulau Obi secara umum dan perairan di Desa Kawasi secara khusus. Restorasi terumbu karang, pengelolaan air limpasan tambang.

Bahkan Harita Nickel juga rutin melakukan pengujian sampel air di  perairan Desa Kawasi dan sekitarnya, guna memastikan kondisi perairan tetap aman. Pengambilan sampel air laut ini juga melibatkan tim independen dari IPB University. Sampel air yang diambil nantinya akan dikirim ke laboratorium untuk pengujian.

“Pengambilan sampel air laut ini dilakukan pada kedalaman 3-5 hingga 10 meter, untuk selanjutnya dilakukan pengujian di laboratorium,” jelas Aldiko, Environment Marine Harita Nickel, Kamis (02/10/25).

Aldiko juga menjelaskan bahwa kegiatan pengambilan sampel air laut tersebut untuk mengukur kualitas sekaligus pemenuhan regulasi serta memastikan kondisi air laut di perairan Kawasi dan Obi pada umumnya tidak terdampak atau tercemar atas aktivitas pertambangan.

“Pengujian sampel air laut yang dilakukan sebelumnya hingga sejauh ini tidak ditemukan dampak pencemaran laut di perairan Pulau Obi yang masuk dalam kawasan kegiatan atau aktivitas operasional Harita Nickel,” tegasnya.

Menjaga Pulau-pulau Kecil di Sekitar Tambang

Tepat di depan industri Harita Nickel terdapat satu pulau kecil namanya Pulau Kasturi. Pulau dengan pasir putih tanpa tumbuhan ini berjarak tak jauh, hanya sekitar 10 menit perjalanan menggunakan Speedboat dari Kawasi.

“Di Pulau kecil ini, Harita Nickel ikut melakukan tranplantasi terumbuh karang di pesisir pulau sebagai pelestarian biota laut serta rumah bagi ikan agar tetap terjaga,” kata Local Media Engagement Superintendent Harita Nickel, Bayu G Vialli. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!