TERNATE, PORTALMALUT.com – Sebanyak 5740 Ikan Cakalan dengan berat enam (6) ton telah disediakan oleh panitia penyelenggara Festival Nyao Fufu (Ikan Asap) tahun 2025 di Kampung Nelayan, Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Festival Nyao Fufu, Sukarjan A Hirto saat ditemui di Sekretariat Panita, Kamis (02/10/25). Menurutnya, Festival Nyao Fufu merupakan inisiatif warga setempat dan direspons baik oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan sehingga kegiatan bisa diselenggarakan.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana mengekspansi, mengekspos potensi yang ada di Kelurahan Dufa-dufa. Setelah panitia melakukan rapat, ada 3 pilar yang akan di tampilkan. Pertama tentang Bahari, dan Budaya, serta Ekonomi. Kenapa harus ada Bahari, Budaya dan Ekonomi, karena 3 potensi itu ada di masyarakat Dufa-dufa, ada Nelayan, UMKM dan Adat serta Atoran,” jelas Sukarjan.
Tema yang diusung dalam Festival Nyao Fufu 2025 ini adalah “Ikan Fufu Lokal, Ekonomi Berkelanjutan”. Untuk dirinya berharap ini akan menjadi sebuah lompatan festival yang memiliki nilai ekonomi berkelanjutan. Bukan cuman budaya, tetapi juga secara ekonomi.
“Kita memulai dengan pra event, yaitu pada bulan Agustus kemarin kita telah melakukan ziarah ke 4 Momole yang ada di Ternate, dan di makam-makam auliyah. Kemudian sebentar malam (02/10) pukul 23:00 kita melakukan Sou Gam, itu pra event,” jelas Sukarjan.
“Kemudian tanggal 4 kita melakukan road shou untuk Ikan Fufu dan tanggal 6 bertepatan dengan pembukaan telah disiapkan 6 ton Ikan Cakalang atau 5740 ekor untuk kita meraih rekor Muri,” sambungnya.
Sukarjan juga menjelaskan bahwa 5740 ekor Ikan Cakalang yang disiapkan merupakan simbol dari jumlah penduduk yang ada di Kelurahan Dufa-dufa. Selain rekor Muri yang ditargetkan, ada juga klosal yang melibatkan 150 orang yang nantinya akan ditampilkan pada saat acara pembukaan untuk mengangkat sejarah berdirinya Kampung Dufa-dufa dari masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.
Di samping itu juga ada beberapa kegiatan yang bernilai ekonomi, ada Simposium, Sarasehan Budaya dengan tema Kie se Gam ma Gugu ma Titi Tumdi dengan arti 7 landasan hidup filosofi orang Ternate. Kemudian ada Tuala Lipa, tolk swou dengan produk ikan fufu, ada sekitar kurang lebih 7 konten yang akan di tampilkan pada acara ini.
“Jadi pembukaan dari tanggal 4 Oktober sampai pada tangggal 8. Dan persiapan panitia sampai pada saat ini sudah sekitar 90 persen. kegiatan-kegiatan yang akan kita laksanakan juga sekitar 90 persen,?Alhamdulillah,” katanya lagi.
Untuk diketahui, Festival Nyao Fufu 2025 ini tidak hanya melibatkan masyarakat Dufa-dufa, ada Kelurahan Sangaji Utara, Tubo, dan Hiri. Untuk lokus kegiatan di Dufa-dufa dan Keraton tempat Kesultanan Ternate, serta Pulau Hiri untuk kegiatan Fan Diving (Menyelam).
“Ada beberapa kelurahan yang di libatkan dan juga ada beberapa komunitas yang berpartisipasi dan turut serta memeriahkan dan berkolaborasi antara generasi muda Dufa-dufa dan komunitas, kemudian ada juga dari Karang Taruna Tubo juga ikut ambil bagian,” ungkapnya.
“Semoga festival ini masuk dalam event nasional, kita coba mengangkat nilai-nilai tadi, kegiatan ini bukan cuma dilakukan tahun ini saja, tetapi kita upayakan event ini dilakukan setiap tahun dan masuk pada skala event nasional,” tutup Sukarjan.













