Banjir Rob di Sejumlah Titik di Kota Ternate, BPBD Imbau Warga Ikhtiar

Banjir Rob di Sejumlah Titik di Kota Ternate, BPBD Imbau Warga Ikhtiar

Gelombang tinggi di Kelurahan Bastiong picu terjadinya banjir rob (Fot/Agus)

TERNATE, PORTALMALUT.com – Dampak cuaca buruk dan tinggi gelombang air laut memicu banjir pesisir (banjir rob) di sejumlah titik di Kota Ternate, Selasa (07/10/25). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, banjir rob terjadi di Kelurahan Bastiong Kecamatan Ternate Selatan, tempatnya di RT. 4, 5, dan RT. 7, serta, RT. 8. Banjir rob juga terjadi di Kelurahan Jambula Kecamatan Ternate Pulau, dan di Pulau Hiri.

“Berdasarkan laporan warga kita kerahkan tim untuk turun ke lokasi terdampak. Bukan cuma Kelurahan Basitong Karance di RT 4, 5 sama 7, 8, tetapi ada juga di Kelurahan Jambula, dan di Pulau Hiri. Untuk sementara yang kita update ada 3 titik, dan masih dalam pantauan,” kata Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Ternate, Ariesta Masry.

Untuk itu, BPBD Kota Ternate mengimbau kepada warga yang berada di pesisir agar tetap ikhtiar. Selain itu, pihaknya tetap stey memantau perkembangan sampai malam hari, sembari memastikan kondisi cuaca buruk ini masih berlanjut atau tidak, sebab sesuai dengan rilis yang dikeluarkan oleh BMKG, kondisi cuaca buruk ini masih berlanjut sampai beberapa hari ke depan.

“Soal bencana kita tidak bisa prediksi, apakah ada potensi bencana atau tidak. Yang pasti kita bisa menghimbau ke masyarakat Bastiong, Jambula, Pulau Hiri agar sama-sama kita berikhtiar, yang namanya bencana ini-kan kuasa Ilahi, bagimana caranya kita berikhtiar supaya di saat terjadinya bencana kita bisa sigap untuk penanganan,” katanya lagi.

Ariesta juga menyampaikan bahwa sesuai pantauan BPBD untuk wilayah Bastiong, nelayan telah mengevakuasi perahu yang ada di pesisir dibawa ke wilayah Mangga Dua tepatnya di Siantan. Dan untuk wilayah Jambula warga gotong royong menaikkan perahu mereka ke daratan, meski sebagian perahu lecet dihantam ombak.

Selain itu, BPBD selalu berkoordinasi dengan SAR,  Pemerintah Kecamatan, Kelurahan, RT/RW dan Babinsa, serta Bhabinkamtibmas, untuk mengantisipasi ketika ada kemungkinan terburuk terjadi bencana maka harus disiapkan fungsi terakhir yakni tempat pengungsian.

“Arahan Pak Wali, Pak Sekot dan Pak Wakil, agar (tempat pengungsian) itu sudah harus di persiapkan. Kalau untuk Kelurahan Bastiong kita sudah siapkan di Aula SMP Muhammadiyah, kita melihat potensi yang ada paling rawan itu di Bastiong. Sementara untuk Jambula mungkin agak jauh karena ada pemecah ombak, jadi agak aman,” tutupnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!