HALSEL, PORTALMALUT.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), angkat bicara terkait kecelakaan laut yang melibatkan kapal long boat PM Indriyani rute Babang-Pigaraja di perairan Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Perhubungan Halsel, Ramly Manui menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran awal, pihaknya menduga bahwa kapal yang mengalami kecelakaan itu diberangkatkan lebih awal dari jadwal resmi yang telah ditetapkan.
Menurutnya, PM Indriyani meninggalkan pelabuhan sebelum petugas tiba untuk melaksanakan proses keberangkatan sesuai prosedur yang berlaku. Akibat keberangkatan awal tersebut, sehingga pengawasan serta pemeriksaan administrasi tidak dapat dilakukan oleh petugas.
Ramly juga menjelaskan bahwa, manifes penumpang tidak tersedia pada saat keberangkatan karena kapal telah berangkat sebelum waktu yang ditentukan, sementara manifes penumpang baru diperoleh petugas saat proses evakuasi penumpang pasca kapal tenggelam. Oleh karena itu, saat ini pihaknya terus melakukan pendalaman untuk memastikan keakuratan data.
”Kapal telah beranjak dari pelabuhan sebelum pemeriksaan oleh petugas. Sehingga kami tidak mengantongi daftar manifes penumpang,” ucapnya.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, jumlah penumpang tercatat sebanyak 59 orang, termasuk ABK PM Indriyani. Data tersebut menunjukkan proporsi korban terdiri dari 28 laki-laki dan 31 perempuan.
”Sementara itu, sesuai sertifikat keselamatan kapal yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan kapasitas maksimal kapal hanya diperbolehkan mengangkut 35 orang, sehingga terjadi kelebihan kapasitas penumpang (over capacity),” jelasnya.
Sebelumnya Dinas Perhubungan Halsel juga mengidentifikasi bahwa kelengkapan kapal PM Indriyani dalam kondisi lengkap pada saat proses pengecekan. Namun saat kejadian tenggelam, kelengkapan keselamatan tersebut tidak ditemukan di lokasi, sehingga ini masih menjadi bagian dari pendalaman lebih lanjut dari pihak terkait.
”Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas korban kecelakaan laut tersebut,” katanya lagi.
Untuk diketahui, jumlah penumpang PM Indriyani sebanyak 59 orang, 1 meninggal dan 1 dinyatakan hilang. Saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang di perairan Bacan dan Gane, Halsel. **













