TERNATE, PORTALMALUT.com – Anggota DPD RI, Dapil Maluku Utara, Hasby Yusup memastikan stok beras di Perusahaan Umum Urusan Logistik (Perum Bulog) Ternate masih tersedia sampai tiga bulan ke depan. Hal ini disampaikannya usai kunjungan kerja menjelang bulan suci Ramadhan ke Kantor Perum Bulog Ternate, Kamis (05/02/26).
“Perum Bulog menyampaikan (beras) Bulog aman terkendali, dan masyarakat tidak usah khawatir terkait kelangkaan pangan, semua sudah tersedia di Perum Bulog Maluku Utara, serta tidak usah kawatir terkait kenaikan harga, karena stok Bulog cukup,” tegasnya.
Lanjut, sebagai anggota DPD, Hasby mendukung langkah dan kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan. Untuk itu, pihaknya akan berkolaborasi dengan Bulog untuk kepastian pengadaan lahan gudang Bulog di 7 kabupaten yakni: Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Barat, dan Pulau Morotai, serta Sula, Taliabu.
“Sekarang kita hanya 2 gudang yang tersedia di Ternate dan Tobelo. Karena itu, kita butuh tambahan lagi sekitar 7 untuk menjangkau semua kabupaten/kota. Karena kita secara geografis agak sulit dibandingkan daerah Jawa, makanya itu saya fokus untuk membantu teman-teman di Bulog untuk segera memastikan kepastian lahan untuk pembangunan gudang Bulog di kabupaten/kota yang baru,” jelasnya.
Selain itu, Hasby juga menginginkan agar Perum Bulog Maluku Utara terpisah dengan wilayah Maluku, sehingga tidak lagi melayani Maluku-Maluku Utara, tetapi Maluku Utara secara sendiri. Sebab dari sisi geografis tidak mungkin dengan anggaran yang terbatas bisa tertangani, karena luas wilayah yang begitu jauh dan medan yang sangat berisiko.
“Maka dari itu pilihan kita adalah mendorong pemerintah pusat agar segera mempercepat pemisahan, sehingga Maluku Utara bisa berdiri sendiri dan terpisah dengan Maluku, sehingga Maluku Utara bisa fokus soal urusan kelangkaan pangan dan eksekusi pangan di Maluku Utara,” kayanya.
“Saya akan membantu teman-teman lewat kebijakan pusat dan kepastian stok maupun perizinan, serta paling penting mendorong kontribusi Maluku Utara mencapai target nasional yang sebelumnya hanya 41 ton bisa naik sesuai target nasional 1.500 ton. Maka dari itu saya berharap dengan kebutuhan gudang-gudang Bulog di kabupaten/kota mampu menyinergikan dan lebih kuat lagi ekosistem pangannya, sehingga gudang-gudang Bulog di isi oleh produk hasil dari petani Maluku Utara sendiri,” sambungnya.
Semntara itu, Asisten Manajer Supply Chain dan Pelayanan Publik, Ulul Albab Suratin menyampaikan bahwa, dalam rangka menjelang bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1447 Hijrah/tahun 2026 Masehi stok beras di Perum Bulog Ternate aman.
“Insya Allah kita Perum Bulog selalu siap untuk seluruh moment, apalagi kita harus menjaga ketehanan stok selama 3 bulan, kapanpun itu. Kita perum Bulog akan selalu siap ketahanan stok selama 3 bulan ke depan,” jelasnya.
Ulul Albab juga menyatakan khusus masyarakat Maluku Utara tidak perlu kwatir akan kelangkaan stok, karena saat ini untuk beras sudah dalam proses perjalanan sebanyak 1.500 ton, dengan stok yang tersedia di gudang saat ini ada 1.900 ton, berarti di bulan ini ada cadangan stok sebanyak 3.400 ton, dan itu sudah melebih target ketahanan stok yang biasanya hanya 600 ton rata-rata penyaluran dalam satu bulan, sehingga di 3-4 bulan kedepan masih aman.
Lanjut, Ulul juga menambahkan bahwa saat ini masih menunggu kedatangan minyak goreng jenis Minyakita, olehnya itu masyarakat diminta agar tidak perlu khawatir soal kelangkaan minyak goreng, karena dalam waktu dekat akan kedatangan beberapa kontener Minyakita di Maluku Utara.
“Minyakita yang tersedia untuk saat ini masih 1.000 liter, dan kita lagi mendatangkan sekitar 20.000 liter, jadi insya Allah akan bertahan sampai 3 bulan ke depan. Karena kita di berikan target setiap bulan ada sesuai kuota resmi,” tutupnya. **











