KEPSUL, PORTALMALUT.com – Meskipun sering terjadi gangguan pada mesin pompa air maupun cuaca alam yang kurang bersahabat, sehingga menyebabkan air mati. Disinilah terkadang ada keluhan dari masyarakat, namun kini pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), akan terus berupaya untuk mengatasinya, agar air terus terdistribusi secara normal.
Demikian yang disampaikan Direktur PDAM Kepsul, Burhanudin Buamona, kepada media ini, Senin (13/04/26). Menurutnya, saat ini pihaknya sedang melakukan kerja fisik di lima induk atau sumber PDAM yang beroperasi melayani warga. PDAM juga memastikan air terdistribusi menuju Reservoir tanpa hambatan melalui pipa induk (Pipa 200) sampai di (Pipa 1/2) sambungan rumah tangga (SR).
Lanjut Bur, khusus Pusat Operasi (PO) PDAM Waibau, beberapa mesin pompa lama yang sering macet-macet sudah di servis dan diganti dengan stok mesin pompa lama yang tersedia dan sudah Stan bay di gudang. Kemudian saat ini stok mesin pompa PDAM untuk PO Waibau sudah habis (kosong).
Bur juga menjelaskan bahwa tahun lalu (2025) Pemda Sula melalui Dinas PUPR menganggarkan namun tidak bisa dibelanjakan oleh Dinas PUPR dikarenakan stok (Merek) yang diminta tidak sesuai dengan yang ada di daftar E-Katalog, sehingga dibatalkan.
“Saya mohon do’a kita bersama, semoga mesin pompa di PO Waibau lancar-lancar dalam beroperasi, karena jika macet lagi, maka dipastikan air bersih di kota akan lumpuh total lagi,” kata Burhanudin.
Lanjut Burhanudin menjelaskan PDAM tengah fokus mengerjakan puluhan kebocoran pipa (Dinas) mulai dari sumber sampai di jalan utama (jalan raya) dari Desa Waiboga, Wailau, Pastina, Wai-Ipa, Waihama dan Waibau serta Desa Fatcey. Pekerjaan ini atas hasil tinjauan lapangan dan laporan pelanggan dan masyarakat setempat.
“Sebagai Direktur baru dengan motto Melayani Dengan Hati, Kruu PDAM menginginkan memberikan solusi untuk mengurangi keluhan pelanggan. Jika sebelumnya sering mengeluh soal air PDAM tidak berjalan normal. Semoga sedikit demi sedikit bisa teratasi keluhan itu,” harapnya.
Mantan anggota DPRD Sula itu menambahkan, sekalipun petugas PDAM sudah berusaha maksimal, namun masi terdapat air sering mati, itu akibat hujan deras yang membuat sumber di Desa Waiboga dan Wailau harus mati, karena air keruh dan jalur air dari inteq. Kruu PDAM harus arahkan ke jalur pembuangan sementara, sambil menunggu air jernih.
Kemudian Air dikembalikan lagi untuk mengisi Reservoir PDAM, dan selanjutnya dibagikan ke pipa dinas untuk di distribusikan agar kembali dinikmati oleh pelanggan.
“Kami Dirut dan Kruu berharap kepada pelanggan semuanya, baik yang sebelumnya air mati total atau berjalan hanya siang maupun malam, ataupun juga sehari dan dua hari, bahkan seminggu baru jalan. Jika saat air PDAM sudah berjalan walaupun belum normal (1×24) jam, tetapi sudah bisa menikmati air PDAM, agar segera bisa membayar semua tunggakan, baik itu bulanan maupun tahunan,” pintanya.
Dia menegaskan, saat ini pihak Kruu PDAM sedang mengecek kembali nama-nama pelanggan sesuai desa, jika ada tunggakan yang berlebihan, maka Kruu PDAM akan melakukan penagihan lapangan (langsung ke rumah pelanggan) agar PDAM dapat memiliki data yang valid terkait semua pelanggan di Sula saat ini yang masih ada tunggakan.
“Dan mohon maaf sebelumnya kepada pelanggan PDAM yang selama ini menggunakan air dengan yang tidak menggunakan meteran (tanpa rekening) mohon datang ke kantor untuk registrasi, jika tidak PDAM akan menyiapkan tim khusus untuk Sidak di semua desa pelanggan, dan akan melaksanakan kerja sama dengan pihak Pemerintah Desa setempat. Kami berniat untuk mencari solusi,” pungkasnya.
Selain itu, jika ada pelanggan memiliki niat baik dan ingin melakukan pelunasan rekening air sesuai kemampuan keuangan maka bisa langsung datang ke kantor PDAM tanpa melalui perantara. Hal ini dilakukan agar secara bersama-sama menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (salah paham).
“Kami juga sampaikan informasi kepada semua pelanggan bahwa sampai saat ini gaji pegawai PDAM 3 bulan belum terbayar. Tentu wajar saja pelanggan menuntut pelayanan yang prima, tapi kalau gaji karyawan saja tidak bisa terima atau masih tertunda berbulan-bulan, ini kan kasihan juga,” tegasnya. **













