Buka Kick-Off Meeting Program Nexus Gamalama, Walikota Tauhid Apresiasi NLR dan IKDM Ternate

Buka Kick-Off Meeting Program Nexus Gamalama, Walikota Tauhid Apresiasi NLR dan IKDM Ternate

Walikota Tauhid Soleman saat memberikan sambutan. (Fot/Agus)

TERNATE, PORTALMALUT.com – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman menghadiri kegiatan Kick-Off Meeting Program Nexus Gamalama, yang digelar oleh yayasan NRL Indonesia bersama Ikatan Keluarga Disabilitas Makugawene (IKDM) Kota Ternate, yang digelar di kantor Camat Ternate Selatan, Rabu (10/06/26).

Dalam sambutannya, orang nomor satu di pemerintahan Kota Ternate itu menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada NLR Indonesia dan Ikatan IKDM atas upaya kolaboratifnya dalam menghadirkan program yang menekankan ketahanan masyarakat yang inklusif terhadap risiko bencana dan dampak perubahan iklim, khususnya bagi anak dan remaja penyandang disabilitas serta Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK).

Kota Ternate dari tahun 2021 telah terpilih sebagai salah satu dari 10 kota percontohan Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) yang diinisiasi oleh UCLG ASPAC. Keterlibatan ini mencerminkan komitmen Pemkot untuk memperkuat ketahanan iklim, pengurangan risiko bencana, dan pembangunan yang inklusif bagi seluruh
lapisan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa isu kusta dan disabilitas masih menjadi perhatian penting pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya, agar kelompok rentan memperoleh akses yang setara terhadap layanan, perlindungan, dan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan,”  ucap Tauhid.

Lanjut Tauhid juga mengatakan sebagai wilayah yang berada di kawasan Ring of Fire, Kota Ternate memiliki potensi ancaman gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api. Kondisi ini menjadikan kota ini sangat relevan sebagai lokasi pengembangan program pengurangan risiko bencana dan penguatan ketangguhan masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas, OYPMK, serta kelompok rentan lainnya.

“Saya juga menyampaikan apresiasi atas hasil riset yang dilakukan NLR Indonesia mengenai dampak perubahan iklim terhadap anak dan remaja penyandang disabilitas serta OYPMK. Temuan riset ini memberikan gambaran yang sangat penting bagi pemerintah daerah dalam memahami kerentanan kelompok rentan terhadap dampak perubahan iklim,” ucapnya.

Tauhid juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Ternate menyatakan kesiapan untuk memperkuat sinergi dan mengintegrasikan berbagai rekomendasi yang relevan ke dalam upaya perencanaan pembangunan, pengurangan risiko bencana, serta penguatan ketahanan iklim yang lebih inklusif di kota.

Lebih Lanjut Tauhid, mengatakan bahwa, isu pengurangan risiko bencana dan inklusi sosial telah menjadi bagian dari arah pembangunan daerah dan telah terakomodasi dalam dokumen RPJMD Kota Ternate Tahun 2025-2029, sehingga menjadi peluang strategis untuk memperkuat integrasi program dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

“Saya berharap kepada seluruh hadirin, khususnya para OPD, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan akademisi, agar bersama-sama menjaga semangat kolaborasi, komitmen, dan partisipasi. Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal penguatan implementasi program yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sehingga setiap langkah yang kita ambil benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, tanpa meninggalkan siapa pun,” jelasnya.

“Mari kita terus memperkuat komitmen, menjaga sinergi, dan memastikan bahwa setiap upaya yang kita lakukan membuahkan hasil nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan,” sambung Tauhid mengakhiri. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!