TERNATE, PORTALMALUT.com – Pemerintah Kota Ternate mengelar pertemuan dengan PT Bio Konversi Indonesia dalam rangka membahas program pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair guna memperkuat ketahanan pangan ke depan.
Direktur PT Bio Konversi Indonesia, Isra Darma mengatakan bahwa, kerja sama antara kedua belah pihak sudah terjalin sejak tahun 2021. Untuk itu, pertemuan yang dilakukan ini membahas terkait program strategis pengelolaan sampah organik kedepan dengan Pemerintah Kota Ternate.
“Jadi 5 tahun kita evaluasi, dan hasilnya bagus, tidak hanya di Ternate, tetapi hampir 9 kabupaten/kota. Dan Maluku Utara kita sudah masuk, dan di mulai dari Ternate,” kata Isra usai rapat yang berlangsung di kantor Bappelitbangda Kota Ternate, Kamis (11/06/26).
Lanjut Isra juga mengatakan bahwa ke depannya akan terus ditingkatkan lagi terkait pengelolaan sampah organik ini, sebab limbah sampah saat ini menjadi tantangan yang harus di selesaikan secara bersama. Selain itu, jika ini terus dilakukan maka dapat membantu menyelesaikan masalah sampah di Kota Ternate.
Pihaknya juga secara terang-terangan di hadapan walikota membicarakan limbah organik yang akan di konversi menjadi pupuk cair, dan akan mendukung program urban farming, seperti ketahanan pangan di setiap kelurahan, dan di setiap perkarangan warga.
“Pupuk cair ini juga memiliki nutrisi yang bisa mendukung upaya pencegahan Stunting dan juga bermanfaat bagi peternakan,” jelas Isra.
Terkait dengan hal ini pihaknya akan melakukan diskusi lanjutan dengan DLH, Dinas Pertanian, PPK di tingkat kelurahan, untuk mengumpulkan sampah sisa olahan dapur dan dikembangkan, bekerjasama dengan Pemerintah Kota Ternate.
“Semakin banyak masyarakat yang memakai pupuk organik, kehidupan semakin sehat, sesuai dengan visi kami Indonesia bersih, Indonesia sehat, Indonesia sejahtera,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman menyampaikan bahwa PT Bio Konversi sudah membangun hubungan kemitraan dengan Pemerintah kota Ternate sudah cukup lama, dan Kota Ternate menjadi salah satu daerah yang membuka jalan pupuk cair di maupun Maluku Utara.
“Mereka datang untuk melihat langsung pengelolaan sampah dan mungkin di konversikan menjadi pupuk dan lain sebagainya,” ungkap Tauhid.
“Kita berharap progam seperti ini terwujud, agar pengolalaan sampah bisa secara maksimal seperti yang kita harapkan secara bersama dalam mengurangi volume sampah, serta dapat membina petani untuk memperkuat ketahanan pangan ke depan,” sambungnya. **













