JKPI Ke-XII: Ledies Program Kenalkan Kuliner dan Tradisi Lokal

JKPI Ke-XII: Ledies Program Kenalkan Kuliner dan Tradisi Lokal


TERNATE, PORTALMALUT.com – Kegiatan Ledies Progam di Rakernas JKPI Ke XII Kota Ternate menampilkan kuliner dan tradisi lokal ke para peserta guna mengenal nilai-nila budaya Ternate dan Maluku Utara di kancah dunia, kegiatan ini berlangsung di Benteng Oranje Ternate, Kamis (27/08/26).

Diawali dengan dengan senam yoga, para peserta kemudian diajak untuk mempraktikkan cara siram pupeda serta merasakan langsung kekayaan budaya Ternate yang tidak hanya tersimpan dalam bangunan pusaka, tetapi juga hidup dalam tradisi dan kuliner masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Ternate, Ny. Hj. Marliza M. Tauhid, selaku tuan rumah Ladies Program, Wakil Ketua I TP PKK Kota Ternate Ny. Nursinta Nasri Abubakar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ternate Ny. Hj. Hasmiati Rizal, serta anggota TP PKK dan DWP Kota Ternate.

Ketua TP PKK Kota Ternate, Ny. Hj. Marliza M. Tauhid, mengatakan Ladies Program adalah kesempatan untuk memperkenalkan pusaka Ternate melalui pengalaman yang lebih dekat dan hidup.

Menurutnya, JKPI bukan hanya menjadi wadah kerja sama antarkota, tetapi juga ruang untuk menjaga dan menghidupkan kembali sejarah, budaya, tradisi, arsitektur serta warisan yang membentuk identitas kota-kota di Indonesia.

“JKPI bukan sekadar jaringan antarkota. JKPI adalah ruang bersama untuk menjaga dan menghidupkan kembali sejarah, budaya, tradisi, arsitektur, serta berbagai warisan yang membentuk identitas kota-kota di Indonesia,” ujar Marliza.

Ia mengatakan, melalui Ladies Program, peserta diajak mengenal pusaka Ternate dengan cara yang lebih dekat melalui pengalaman langsung. Benteng Oranje bukan sekadar lokasi kegiatan. Bangunan tersebut merupakan salah satu saksi perjalanan panjang sejarah Ternate.

Karena itu, kehadiran para delegasi perempuan di Benteng Oranje menjadi momentum untuk memperkenalkan keterkaitan antara ruang pusaka dengan kehidupan budaya masyarakat. Marliza juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Menurutnya, banyak tradisi dan pengetahuan lokal yang bertahan karena diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui keluarga, khususnya perempuan. “Di tangan perempuan resep diwariskan, keterampilan diturunkan, kain ditenun, tradisi dirawat, dan nilai-nilai keluarga diteruskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.

Ia berharap Ladies Program menjadi ruang bagi perempuan dari berbagai daerah untuk saling mengenal, berbagi pengalaman dan menginspirasi dalam menjaga warisan budaya masing-masing “Karena itu, saya berharap Ladies Program ini menjadi ruang untuk saling mengenal, saling menginspirasi, dan berbagi pengalaman tentang bagaimana perempuan di berbagai daerah menjaga warisan budaya masing-masing,” katanya.

Marliza menambahkan, budaya merupakan sesuatu yang hidup dan membutuhkan keterlibatan masyarakat agar tetap terjaga. Kehadiran perempuan dari berbagai daerah dalam Ladies Program diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai cara masing-masing daerah merawat tradisi dan warisan budaya.

Selain memperkenalkan budaya, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif Kota Ternate untuk memperkenalkan produk lokal kepada para peserta. Dengan begitu, kekayaan lokal Ternate tidak hanya dikenal dari sisi sejarah dan budaya, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif masyarakat.

Marliza pun mengajak seluruh peserta menikmati berbagai pengalaman selama berada di Kota Rempah, termasuk kuliner dan keindahan alam Ternate. “Selamat menikmati Kota Ternate, kulinernya dan alamnya. Jangan lupa ketika pulang, bawa cerita yang baik tentang Kota Ternate. Kami berharap cerita yang dibawa pulang dari sini adalah cerita indah dari Kota Rempah,” tuturnya.

Ladies Program menjadi salah satu rangkaian Rakernas XII JKPI yang menghadirkan pendekatan berbeda dalam memperkenalkan Kota Ternate kepada para delegasi. Peserta tidak hanya diajak melihat peninggalan sejarah, tetapi juga berinteraksi langsung dengan kuliner, tradisi dan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

Pemilihan Benteng Oranje sebagai lokasi kegiatan turut memperkuat pesan tersebut. Benteng peninggalan masa kolonial itu menjadi salah satu kawasan pusaka penting yang merekam perjalanan sejarah Ternate. Di tempat yang sarat sejarah itu, peserta menikmati perpaduan aktivitas olahraga, kuliner dan tradisi lokal.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang diplomasi budaya yang mempertemukan perempuan dari berbagai daerah Indonesia dalam suasana yang lebih santai dan akrab. Melalui Ladies Program, kekayaan Kota Ternate diperkenalkan bukan hanya melalui cerita tentang masa lalu, tetapi melalui pengalaman langsung yang menghubungkan ruang pusaka, kuliner, tradisi dan masyarakat.

Dari Benteng Oranje, para peserta diharapkan membawa pulang pengalaman sekaligus cerita tentang Kota Rempah dan kekayaan budaya Ternate yang terus dijaga hingga kini. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!