Deprov Malut Gelar Forum Sarasehan Jalur Rempah dan Ekonomi Regional

Deprov Malut Gelar Forum Sarasehan Jalur Rempah dan Ekonomi Regional

Sekprov Malut, Drs. Samsuddin A. Kadir M.Si saat membuka acara, Selasa (09/05)

TERNATE, PORTALMALUT.com – DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) lewat Komisi II menggelar forum Sarasehan Jalur Rempah dan Ekonomi Regional yang dilaksanakan di Sahid Bela Hotel, Ternate, Selasa (09/05/23).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Malut, Samsuddin A. Kadir dan dihadiri Staf Ahli Percepatan Pembangunan Papua, Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, Moksen Idris Sirfefa.

Hadir pula Ketua DPRD Malut Kuntu Daud, Pimpinan dan Anggota Komisi II, OPD lingkup Pemprov Malut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/kota, serta para akademisi. Narasumber yang diundang meliputi Prof. Gufran A. Ibrahim dan Moksen Idris Sirfefa.

Ketua DPRD Malut menyampaikan bahwa Provinsi Maluku Utara telah berusia lebih dari 24 tahun, akan tetapi usia sesungguhnya negeri ini sudah berabad-abad lampau.

Dalam jejak masa lalu, jazirah Moloku Kie Raha dikenal sebagai jalur rempah yang ikut berperan menggerakkan pusat kekuatan ekonomi dunia.

Bahakan kata Kuntu, Soekarno Tokoh Proklamator Republik Indonesia pernah mengatakan tidak ada Indonesia tanpa Maluku. Yang dimaksud dengan Maluku merujuk pada Ternate, Tidore, Jailolo, Moti, Bacan dan daerah sekitarnya.

“Namun kini, nama Maluku Utara kurang dikenal dan kuang dikenang. Salah satu penyebabnya kita telah lama kehilangan identitas sebagai sebuah negeri penghasil rempah,”kata Kuntu Daud.

Bercermin dari kondisi tersebut, DPRD menggelar forum Sarasehan Jalur Rempah dan Ekonomi Regional, dengan maksud menyegarkan kembali ingatan tentang jalur rempah Maluku Utara dengan titik fokus percepatan infrastruktur rempah dan pemetaan komoditi rempah.

“Kami menaruh harapan besar bahwa Forum Sarasehan Jalur Remoau dan Ekonomi ini mempunyai hasil positif dan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sesi diskusi telah dipandu oleh Dr. Azis Hakim dan terlihat begitu aktif, berbagai pandangan kritis dan masukan dari peserta dengan berbagai latar belakang membuat diskusi kental dengan nuansa akademis. (PortalMalut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!