SOFIFI, PORTALMALUT.com – Polemik tugakan utang pihak ketiga (kontraktor) oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) masi terus berlangsung. Bahkan sejumlah kontraktor mendatangi langsung Kantor BPKAD Pemprov Malut untuk meminta kejelasan atas hak-hak mereka yang masuk hutang dan belum diselesaikan hingga saat ini.
Meski sudah menunggu lama, namun para kontraktor tersebut tidak mendepat kepastian. Sehingga ada beberapa kontraktor habis kesabaran sehingga meluapkan marahnya dengan mengamuk, beruntung ada Satpol-PP yang memalukan penjagaan di kantor dan dibantu oleh pegawai di kantor jadi dapat melerai amukan dari para kontraktor tersebut, Selasa (02/04/24) sekitar pukul 13:10 WIT.
Dalam insiden itu juga para kontraktor mgotot ingin bertemu langsung dengan Kepala BPKAD untuk meminta pertanggungjawabannya. Meski begitu amukan para kontraktor itu dapat redam sehingga tidak menimbulkan kerusakan fasilitas kantor seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
“Mana Ibu Kaban (BPKAD), mana dia pe janji itu. Kitong tarada urusan deng Dinas deng Bendahara,” teriak salah satu kontraktor.
Terpisah, Plt Kepala BPKAD Malut, Fitriawati Abdul Mutalib mengatakan, dalam insiden itu pihaknya telah bertemu dengan para kontraktor yang sempat mengamuk di kantornya tersebut. Sehingga dari pertemuan itu dirinya memberikan penjelasan yang membuat para kontraktor itupun menerimanya.
“Alhamdulillah sudah diterima dan djielaskan degan baik beberapa kontraktor yang tadi sempat ada insiden kecil di kantor,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Plt Kaban didampingi salah satu pejabat di BPKAD yakni Sulvana Andili yang bertindak sebagai kuasa Bendahara Umum sehingga menjelaskan secara langsung problem yang terjadi saat ini.
“Tapi setelah dengar penjelasan dari saya sama Ibu Sul sudah aman,” tegasnya. **













