HALSEL, PORTALMALUT.com – Tim Hukum pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) nomor urut 2, Rusihan Jafar dan Muhtar Sumaila (Rusihan-Muhtar) mengambil langkah tegas untuk melaporkan oknum pembuat dan penyebar berita hoax (informasi bohong) ke Polres Halsel.
Ketua Tim Hukum Rusihan-Muhtar, La Jamra mengatakan, oknum yang membuat dan menyebarkan berita tentang calon Bupati Rusihan Jafar meninggalkan hutang proyek ratusan juta di Desa Kou Balabala, Kecamatan Kasiruta Timur adalah tindakan kesengajaan. Sebab, informasi tersebut tidak benar alias bohong dan terkesan dipolitisasi oleh pihak-pihak tertentu.
“Jadi hutang proyek talud penahan ombak yang belum diselesaikan, terkait pembayaran material batu masyarakat di Desa Kou Balabala itu sasarannya di kontraktor, bukan malah di alamatkan ke Rusihan Jafar,” kata Jamra saat menggelar konferensi pers, Jumat (18/10/24).
Selain itu, lanjut La Jamra menegaskan, dengan adanya pemberitaan yang keliru dan tidak tepat sasaran tersebut, sehingga sangat merugikan kliennya secara politik. Dirinya menduga bahwa hal ini sengaja dipolitisasi untuk memojokkan kalinya, sebab kliennya tersebut saat ini mencalonkan diri sebagai bupati.
Untuk itu pihaknya langsung mengambil langkah hukum dengan membuat laporan ke Polres Halsel agar oknum pembuat dan penyebar berita hoax ini dapat mempertanggungjawabkan informasi yang telah dibuat dan disebarkan tersebut.
“Iya, kami segera tempuh langkah hukum,” tegas La Jamra.
Advokat yang berkantor hukum di Halsel itu juga menambahkan, selain membuat laporan berita hoax di Polres, pihaknya akan mengadukan masalah ini ke Dewan Pers, sebab oknum yang diduga membuat dan menyebarkan berita hoax ini adalah pekerja pers, sehingga disebarluaskan melalui media pers.
“Setelah ke Polres Halsel, kami juga layangkan laporan ke Dewan Pers terkait pelanggaran kode etik jurnalis atas pemberitaan yang tidak berimbang dan lainnya, agar diproses sesuai Undang-undang pers,” tutupnya.
Meski begitu, La Jamra tidak menjelaskan secara rinci oknum yang dilaporkan ini siapa dan berapa jumlahnya. **













