TERNATE, PORTALMALUT.com – Menginjak 100 hari kerja masa jabatan pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe mendapat apresiasi dari Dewan Pimpian Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provins Malut.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPD KNPI Malut, Ajis Agus Banapon yang memberi apresiasi atas kinerja 100 hari kepemimpinan Sherly-Sarbin di Pemprov Malut. Menurutnya, selama periode awal kepemimpinan Sherly-Sarbin telah mencerminkan komitmen yang nyata terhadap percepatan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan dan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Gubernur Sherly Tjoanda bersma Wakil Sarbin Sehe dilantik pada 20 Februari 2025. Dalam waktu singkat, pasangan ini menunjukkan gebrakan yang terukur, mulai dari sektor Kesehatan, Pendidikan, Infrastruktur, hingga perlindungan Sosial,” ungkap Ajis, Minggu (01/06/25).
Mantan Ketua DPD KNPI Kabupaten Kepualauan Sula ini juga menilai bahwa, sejumlah program prioritas yang telah dijalankan oleh pasang an Sherly-Sarbin telah menunjukkan arah kepemimpinan yang tegas dan terukur.
“Dalam 100 hari ini, kita melihat pelaksanaan langsung di lapangan. Mulai dari penataan birokrasi, layanan publik, peningkatan Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Lapangan Pekerjaan, hingga penguatan sektor UMKM. Semuanya berjalan secara simultan,” tegas Ajis.
Tak hanya itu, Ajis juga menjelaskan bahwa, salah satu langkah strategis yang diapresiasi oleh DPD KNPI Malut adalah program Kesehatan Gratis yang sudah terealisasi sesuai target di 100 hari kerja. Yakni Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Universal Berkualitas bertujuan memberikan akses kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Maluku Utara yang rencananya dimulai pada tanggal 10 Juni 2025 mendatang.
“Bukan hanya itu, sektor Pendidikan Bebas Iuran, Sekolah Rakat, hingga Beasiswa ke Luar Negeri. Gubernur Sherly juga telah mencabut Pungutan Komite Sekolah, mengucurkan BOSDA Rp 34 miliar, dan mengembalikan 2.330 ijazah yang tertahan. Sekolah swasta dan madrasah juga akan menerima BOSDA mulai Juli,” jelasnya.
Pembangunan dan rehabilitasi 118 sekolah telah dianggarkan melalui APBD dan APBN. Pemprov Malut juga bekerja sama dengan 27 Perguruan Tinggi untuk program beasiswa dan membuka akses pendidikan internasional melalui sinergitas dengan LPDP Kemenkeu RI.
“Tak kalah strategis, Pemprov menyiapkan lahan 10 hektare untuk membangun Sekolah Rakyat dengan konsep boarding school, ini luar biasa,” katanya.
Selain itu, Ajis juga menyoroti sigapnya respons Pemprov terhadap bencana. Setelah jembatan di Halmahera Utara dan Halmahera Barat terputus pada April lalu, Sherly menggelontorkan Rp 7,3 miliar untuk penanganan darurat. Di sektor transportasi, Gubernur Sherly mengaktifkan kembali Pelabuhan Sofifi dan meluncurkan rute kapal feri Bitung-Ternate-Sofifi-Bitung.
“Dan juga menyediakan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi Nelayan dan Buruh beserta bantuan beasiswa bagi anak mereka. Ada sebanyak 12.252 pelamar mengikuti Job Fair dengan 3.244 lowongan perkerjaan tersedia. Sherly juga meresmikan Kampung Nelayan Modern di Dufa-dufa, mengucurkan Rp 50 miliar untuk bantuan alat tangkap dan cold storage, serta menyerahkan 175 unit Kapal,” kata Ajis.
Sementara, pada musim haji tahun 2025 ini, Pemprov Malut juga telah menunjukan keberpihakannya dengan memberikan uang saku kepada jamaah haji senilai Rp 1,076 miliar. Di sektor birokrasi, 1.394 PPPK baru telah diangkat dan sistem presensi biometrik palm vein mulai diterapkan. Sherly juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Polda Malut untuk memastikan pendampingan program pembangunan yang bebas korupsi.
“Walau memang banyak tantangan yang harus dihadapi, secara keseluruhan yang dikerjakan dalam kacamata kami sudah maksimal. Saya paham 100 hari kerja ini menjadi penilaian publik dari kinerja Sherly-Sarbin, dan masyarakat cukup merasakan sederet program kerja yang dihadirkan,” tegasnya lagi.
Di sisi lain, Ajis menilai dengan bekal awal yang solid, publik kini menanti bagaimana Sherly-Sarbin melanjutkan agenda pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di masa mendatang. Sherly-Sarbin mungkin baru 100 hari menjabat, tetapi langkah-langkah mereka mencerminkan sebuah semangat baru. Pemerintahan yang dimulai dari niat baik, dan dijalankan dengan kerja nyata.
Untuk itu, Ajis Agus Banapon menegaskan bahwa KNPI Maluku Utara sebagai organisasi dan wadah berhimpun berbagai organisasi kepemudaan di Provinsi Maluku Utara akan terus mengawal komitmen pemerintah untuk menghadirkan kesejahteraan yang adil. **













