TERNATE, PORTALMALUT.com – Rencana Pemerintah Kota Ternate menjadikan lokasi Taman Film di Benteng Oranje sebagai Kampung Ramdan selama bulan puasa nampaknya tidak sesuai ekspektasi. Lokasi yang digadang-gadang sebagai pusat kuliner dan tempat perbelanjaan pakaian muslimin itu masih terlihat sepi.
Hingga memasuki hari ke-13 bulan Ramadan, pantauan media ini di lokasi hanya terlihat beberapa unit tanda yang berdiri tanpa perlengkapan, serta tidak ada aktivitas apapun. Padahal Pemkot sebelumnya melalui Sekretaris Daerah, Rizal Marsaoly menyampaikan bahwa di Benteng Oranje tepatnya di Taman Film rencananya akan dibuat jadi Kampung Ramadan.
Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menertibkan pedagang yang sering membuka lapak di tempat umum atau ruang publik yang dinilai dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Untuk itu, Pemkot berencana membuat Kampung Ramadan guna menempatkan para pedagang di lokasi tersebut selama bulan suci Ramadan.
“Jadi mulai dari arah utara sampai ujung selatan arah keluar Masjid Al-Mutaqin berjualan berhadap-hadapan. Sambil memperhatikan arus lalu-lintas dan tempat parkir,” kata Rizal.
Rencana Kampung Ramadan ini juga dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap PAD, untuk itu Pemkot melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan bertanggung jawab langsung terhadap calon-calon pedagang yang berminat menempati lapak akan dibangun tersebut.
Terpisah, menanggapi Kampung Ramadan yang masih terlihat kosong, Kepala Disperindag Kota Ternate, Nursida Dj Mahmud menyatakan, pihaknya sudah memberikan informasi ke para pedagang yang mau berjualan, namun menurutnya pedagang masih ragu, dan khawatir dagangan mereka tidak laris.
“Dorang (mereka) ragu- ragu, dorang khawatir jang sampai pindah di situ akan tidak laku, orang tidak datang belanja,” jelas Nursida.
Meski begitu, Nusida juga menyampaikan bahwa Pemkot tetap berkomitmen bahwa di area terminal sudah tidak lagi di buka, dan semua sudah di ahlikan ke Kampung Ramadan di Taman Film Benteng Orange.
“Kami sudah tidak buka lagi di terminal, saat mereka tanya saya arahkan ke Benteng (Oranje) saja, sesuai kesepakatan juga bersama dengan DPR, dan pada perinsipnya kami sudah sediakan, masalah mereka mau masuk atau tidak, itu jadi keputusan mereka,” katanya lagi.
Nursida juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sudah menyiapkan tenda, bahkan sudah ada 11 pedagang yang mendaftar. Meski sudah mendaftar, menurutnya 11 pedagang itupun belum pasti masuk berdagang atau tidak. Sebab ada kekhawatiran jika mereka berjualan di sana namun lapak yang di terminal dibuka ulang.
“Mereka takut jang sampai sudah berjualan di Benteng kemudian di terminal buka lagi, dan di di Benteng tidak laku,” katanya. **













