DKP Malut Janji Bantu Sarana dan Prasarana Nelayan di Sula

DKP Malut Janji Bantu Sarana dan Prasarana Nelayan di Sula

Kepala DKP Malut, Fauzi Mamole (Fot/Bud)

KEPSUL, PORTALMALUT.com – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara, Fauzi Mamole mengatakan, nilai tawar nelayan ikan di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) masih tergolong sangat lemah dibandingkan dengan nelayan di daerah lain yang ada di Maluku Utara.

Fauzi mencontohkan bahwa, harga ikan yang diterima nelayan di wilayah tersebut masih sangat rendah, yakni berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp.3000 per kilogram. Kondisi ini membuat nelayan sulit mendapatkan keuntungan yang layak dari hasil tangkapan yang di dapatkan.

“Nelayan di Sula posisi tawarnya sangat lemah dibandingkan nelayan di daerah lain,” beber Fauzi saat kepada media ini, Rabu (11/03/26).

Mengatasi persoalan ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui DKP terus mendorong pembangunan sarana dan prasarana perikanan di Kepulauan Sula. Salah satunya adalah pembangunan cold storage di Desa Wainin guna membantu penyimpanan hasil tangkapan nelayan.

Selain itu, pemerintah provinsi juga mengusulkan program Kampung Nelayan Merah Putih di beberapa titik di Kepulauan Sula. Salah satu lokasi yang telah direalisasikan adalah di Desa Bajo.

“Program ini bertujuan memastikan hasil tangkapan nelayan bisa ditangani dengan baik melalui infrastruktur yang dibangun pemerintah,” ungkapnya.

Kata Fauzi, dengan adanya program Kampung Nelayan Merah Putih dan fasilitas pendukung lainnya, diharapkan posisi nilai tawar nelayan di Kepulauan Sula akan semakin meningkat, sehingga hasil tangkapan mereka dapat diakses dengan lebih mudah ke pasar dan memiliki nilai jual yang lebih baik.

“Alhamdulillah satu titik sudah dibangun di Desa Bajo . Semoga dengan program ini posisi tawar nelayan bisa jauh lebih baik ke depan,” harapnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!