TERNATE, PORTALMALUT.com – Pemerintah Kota Ternate tengah mempersiapkan sejumlah produk yang rencananya akan dipromosikan pada Pameran Seni Budaya dan Kuliner yang akan berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta pada 21 April sampai 31 Mei 2026 mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly usai menggelar rapat koordinasi bersama Disperindag, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, Dinas Kebudayaan, dan Dinas PMPTSP, serta Balitbangda yang berlangsung di Kantor Dinas Pariwisata Kota Ternate, Senin (30/03/26.
“Kami panitia persiapan pameran pentas seni dan budaya yang akan di laksanakan di Hotel Borobudur. Saya perlu sampaikan bahwa tim dari Apeksi sudah tiba, dan tim dari Borobudur besok sudah tiba di Ternate,” kata Rizal.
Rizal menambahkan, tim juga rencananya akan menggelar rapat di kantor Walikota Ternate guna membahas penandatangan MoU antara pihak Hotel Borobudur bersama Pemkot Ternate dan Pemkot Tikep, terkait kerjasama promosi.
Untuk memastikan agenda ini berjalan sesuai rencana, pihaknya sudah turun mengecek langsung turunan produk dari City Branding Ternate sebagai kota rempah, sebab tema yang nantinya akan dibawa oleh Pemkot ke Hotel Borobudur adalah gastronomi atau kuliner.
“Dan dari Ternate sendiri telah terkurasi melalui Disperindag yaitu UMKM, dan Dinas Perindag sudah menyeleksi sejumlah prodak yang ada kiatannya dengan prodak gastromoni, yang ada turunannya City Brending Ternate sebagai kota rempah,” jelasnya.
Lanjut Rizal, agenda ini menjadi momentum untuk mempromosikan Ternate di kancah internasional, sebab rata-rata tamu di Hotel Borobudur dari luar negri. “Karena ini program Apkesi dan Borobudur, mulai dari bulan April tanggal 21 sampai tanggal 31 Mei, kurang lebih 43 hari itu jatahnya Pemkot Ternate dan Pemkot tTdore,” ungkapnya.
Menurutnya, terkait persiapan, Pemkot Ternate sudah mencapai 70 persen dari sisi kurasi yang mau di bawah, termasuk batik, kain tenun dan beberapa kuliner seperti tempat makan yang berada di Taman Afo, (Cengkeh Afo) yang memasak dengan bumbu rempah, dan tempat makanannya dari bambu.
“Pemerintah Kota Ternate merespon ini sebagai bagian dari kerja sama a Apeksi dalam rangka melakukan promosi daerah, baik dari sisi pariwisata, prodak-prodak UMKM, maupun gastronomi dari kuliner yang menjadi khas Kota Ternate dan di kenal di panggung internasional,” tegasnya. **













