Perkuat Budaya Literasi, Dispersip Ternate MoU dengan Komunitas Cengkeh Gift Cafe

Perkuat Budaya Literasi, Dispersip Ternate MoU dengan Komunitas Cengkeh Gift Cafe


TERNATE, PORTALMALUT.com – Dalam upaya mengembangkan minat literasi berbasis inklusi sosial, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Daerah Kota Ternate menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Komunitas Cengkeh Gift Cafe yang berlangsung di Benteng Oranje Ternate, Senin (11/05/26).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dispersip Kota Ternate,  Johanna Lusje Lethulur menyampaikan bahwa lokasi komunitas yang berada di kawasan Benteng Oranje sangat strategis untuk menghidupkan ruang-ruang literasi guna meningkatkan minat baca masyarakat.

“Selain itu, lokasi ini akan dijadikan sebagai ruang kreasi untuk pengembangan literasi berbasis inklusi sosial. Kami menyerahkan 100 buku mulai dari buku sejarah hingga literatur tentang rempah-rempah. Mudah-mudahan kolaborasi yang menghadirkan pojok literasi mampu meningkatkan minat baca masyarakat,” kata Plh Kadis.

Plh Kadis juga menambahkan, kerja sama ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 yang akan digelar di Ternate pada Agustus mendatang.

Menurutnya, kawasan Benteng Oranje akan menjadi salah satu lokasi kegiatan, termasuk pameran buku dan berbagai aktivitas literasi. Hal ini menjadi peluang untuk menampilkan koleksi buku sejarah kepada para tamu yang datang.“Melalui kerja-kerja kolaboratif ini, kami ingin terus kampanye pentingnya literasi,” katanya.

Ia menegaskan, program kolaborasi semacam ini akan terus dilakukan, tidak hanya untuk mendukung Rakernas JKPI 2026, tetapi juga sebagai upaya menyediakan ruang literasi bagi masyarakat khususnya generasi muda.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan semua pihak untuk meningkatkan literasi dan ini merupakan langkah awal,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Komunitas Cengkeh Gift Cafe, Rahman Udin, menyampaikan apresiasinya kepada Dispersip Kota Ternate yang terus menggaungkan semangat literasi melalui kolaborasi dengan komunitas.

Ia juga menjelaskan, kehadiran bahan bacaan di ruang-ruang komunitas seperti kafe menjadi nilai tambah yang tidak hanya menghadirkan tempat berkumpul, tetapi juga membuka ruang diskusi dan memperluas wawasan masyarakat, khususnya generasi muda. **

Penulis: Agus Hamisi Editor: PortalMalut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!