Gelar Festival Buku Maluku Utara 2026, Panitia Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi

Gelar Festival Buku Maluku Utara 2026, Panitia Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi

Ketua Panitia Festival Buku Maluku Utara 2026, Rusli Sarah. (Fot/Agus)

TERNATE, PORTALMALUT.com – Festival Buku atau BookFest Maluku Utara Tahun 2026 resmi digelar, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan peluncuran 99 buku lokal Maluku Utara yang berlangsung di Benteng Oranje, Kota Ternate, Jumat (11/09/26).

Kegiatan dengan tema “Membangun dan Merawat Tradisi Generasi Pembaca dan Menulis untuk Masa Depan” ini akan berlangsung selama dua hari 11-12 September.

Ketua Panitia Bookfest Festival Buku Maluku Utara, Rusli Saraha dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini adalah ajang pesta literasi serta menjadi ruang perjumpaan dan silaturahmi bagi pegiat literasi untuk terus semangat menyalakan tradisi intelektualitas di Maluku Utara.

Pada kesempatan itu, Rusli juga menyampaikan bahwa, dalam sejarah peradaban di Nusantara di mana sekolah pertama di Indonesia itu berdiri di Ternate, dibangun oleh Gubernur Antonio Galvao pada jaman Portugis.

Bahkan, M. Adnan Amal dalam bukunya yang berjudul Kepulauan Rempah-rempah menyebut Antonio Galvao sebagai salah satu gubernur terbaik karena perannya dalam mendirikan sekolah di jazirah ini.

“Kita tidak bisa melupakan sejarah, selain warisan pendidikan yang begitu kuat di jazirah ini, semua tau perjuangan orang-orang di Ternate-Maluku Utara yang sangat luar biasa, terutama Sultan Baabullah yang berhasil mengusir Portugis dari Ternate pada tahun 1575,” kata Rusli.

Gebrakan yang dilakukan oleh Sultan Baabullah ini, oleh Buya Hamka seorang filsuf dan sastrawan yang kelak menjadi pahlawan nasional Indonesia menyebutnya, “Bisa Menunda Seratus Tahun Penjajahan Imperialis di Nusantara”.

“Jadi betapa hebat dan luar biasanya yang dilakukan oleh Sultan Ternate, Sultan Baabullah. Hingga mampu menunda 100 tahun penjajahan di Nusantara. Dan itu tidak hanya terjadi di wilayah jazirah ini, tapi di seluruh Nusantara,” jelas Rusli.

“Kita patut berbangga atas warisan pendidikan, warisan perjuangan, yang telah di wariskan oleh para leluhur, itu menjadi aset berharga bagi kita semua, untuk terus melakukan kerja-kerja terbaik untuk pembangunan ke depan,” sambungnya.

Rusli juga menyampaikan, dalam BookFest Maluku Utara Tahun 2026 ini, selain peluncuran dan pameran 99 buku karya penulis lokal, juga ada peluncuran Yayasan Rumah Buku Maluku Utara yang menjadi medium strategis untuk perkuat tradisi literasi di Maluku Utara.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan beda buku, bacarita atau diskusi tentang buku dengan tujuan untuk memperkuat tradisi literasi di Maluku Utara, serta membuat kelas menulis untuk memperkuat semangat penulis, terutama bagi para siswa dan juga mahasiswa.

“Jadi torang bukan cuma jago bacarita, tapi juga jago menulis. Di acara puncak nanti akan diadakan penyerahan live Asesmen Award untuk para tokoh penggerak literasi di Maluku Utara. Penting bagi kita untuk menghargai sosok-sosok yang telah memberikan darmabakti untuk negeri ini,” tutupnya.

Sekedar diketahui, Festival Buku Maluku Utara 2026 ini juga dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, Kapolda Malut, Ketua ICMI Malut, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Ternate, Kadis Kebudayaan Ternate, dan Kadis DP3A Ternate, serta sejumlah Kepsek SMA-SMP yang ada di Kota Ternate. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!