Wakili Gubenur, Asisten II Hadiri Wisuda STAI Babussalam Sula

Wakili Gubenur Malut, Asisten II Hadiri Wisuda STAI Babussalam Sula

Asisten II, Ir. Sri Haryanti Hatari saat membacakan sambutan Gubernur Malut pada acara wisuda STAI Babussalam Sula, Selasa (14/01)

SANANA, PORTALMALUT.com – Mewakili Gubenur Maluku Utara (Malut), Kh. Abdul Gani Kasuba Lc, Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Ir. Sri Haryanti Hatari menghadiri acara Wisuda Sarjana, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula, Tahun Akademik 2022-2023, di Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, (Kepsul), Selasa (24/01/23).

Dalam sambutannya Sri H Hatari menyampaikan, mewakili Pemerintah Provinsi Malut, pihaknya mengucapkan salamat dan sukses kepada Civitas Akademika STAI Babussalam Sula yang menggelar Wisuda Sarjana. Dengan semangat dan komitmen yang tinggi dalam memajukan dunia pendidikan di Maluku Utara yang berdampak pada ketersediaan SDM yang berkualitas, unggul, dan trampil. Sehingga mampu bersaing di tengah-tengah kompetisi dunia kerja dan dunia usaha yang semakin kompleks.

“Dan, hari ini kita semua dapat berbangga bahwa STAI Sula kembali mencetak 164 SDM di Bidang Tarbiyah/Pendidikan dan Syariah/Hukum Islam, yang kelak akan turut berkontribusi terhadap pembangunan Pendidikan dan Hukum Islam di daerah ini,” katanya.

Lanjut Sri H Hatari menjelaskan bahwa, pada perkembangan teknologi di era revolusi industri, four point zero sangat berpengaruh terhadap karakteristik pekerjaan yang ada saat ini, dimana ketrampilan dan kompetensi menjadi hal pokok yang yang perlu diperhatikan.

Oleh karena itu, menurutnya, pendidikan tinggi wajib merumuskan kebijakan strategis didalam berbagai aspek, mulai dari kelembagaan kampus berbasis teknologi, penguatan riset dan pengembangan, hingga inovasi.

“Kita memahami bersama, bahwa keterbatasan fasilitas pendukung, masih menjadi faktor belum maksimalnya proses pendidikan di setiap program studi yang ada. Bukan semata soal sarana prasarana, tapi keterbatasan tenaga pengajar (dosen) juga sangat mempengaruhi eksistensi sebuah perguruan tinggi,” ucapnya.

“Meski begitu, kondisi ini tidak boleh melemahkan semangat kita, justru sebaliknya, harus menjadi motivasi untuk bersinergi mencari solusi bersama demi memajukan dunia pendidikan di Maluku Utara,” sambungnya mengakhiri. (PortalMalut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!