Diduga Mabuk, Sekelompok Pemuda Desa Laluin Lakukakan Penganiayaan

Diduga Mabuk, Sekelompok Pemuda Desa Laluin Lakukakan Penganiayaan

Gambar Ilustrasi Pengeroyokan

HALSEL, PORTALMALUT.com – Tindakan kekerasan dan penganiayan semakin marak di kalangan masyarakat, salah satu pemicunya adalah minuman keras (miras). Seperti halnya yang dialami oleh Herdi Abdurahman (29) warga Desa Laluin Kecamatan Kayoa Selatan, Halsel ini dianiaya oleh sekelompok pemuda setempat yang diduga tengah mabuk miras.

Kejadian ini bermula saat acara ronggeng (pesta) pada Jumat (19/07/24) malam, Herdi Abdurahman yang saat itu berjoget dan hendak untuk keluar dari acara langsung diikuti oleh salah satu pelaku yang berinisial WY, sampai diluar acara WY langsung menampar Herdi dan dari sini korban dianiaya.

“Herdi (korban) keluar dari acara mendapat tamparan dari seorang pemuda berinisial WY lalu kemudian di ikuti oleh temannya berinisial DF yang memukul di bagian mulut sehingga korban mengalami luka dibagian mulut,” jelas Radit Abdurahman yang juga saudara korban.

Meski korban sudah terjatuh dan mencoba untuk menghindar untuk menyelamatkan diri namun WY dan DF yang sudah di pengaruhi minuman keras bersama dua teman lainya yakni, YN dan SS terus melakukan penganiayaan hingga korban megalami luka dibagian pelipis dan mulut.

Atas kejadian tersebut keluarga korban langsung melaporkan kasus pengeroyokan yang dalami oleh Radit Abdurahman tersebut ke Polsek terdekat untuk meminta pertanggung jawaban para pelaku.

Terpisah, Kapolsek Kayao melalui Kajaga Shief, AIPDA. Mujahid A Domu dikonfirmasi media ini membenarkan adanya peristiwa tersebut, bahkan pihaknya sudah melayankan surat panggilan kepada para terduga pelaku untuk menghadap ke Polsek guna dimintai keterangan lebih lanjut.

“Betul, dan kami sudah menerima laporan dari hari Sabtu (20/07) kemarin. Saat ini kami lakukan pemanggilan terhadap ke empat pelaku untuk di mintai keterangan,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Desa Laluin, Viky Salamat dikonfirmasi terkait insiden pengeroyokan tersebut enggan menanggapi hingga berita ini dimuat. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!