Diduga Tilep Puluhan Juta Uang Sarana, Kepsek SMP 11 Halbar: Saya Mengalami Kerugian

Diduga Tilep Puluhan Juta Uang Sarana, Kepsek SMP 11 Halbar: Saya Mengalami Kerugian

Gedung SMP Negeri 11 Halbar, Desa Tauro Jailolo (Fot/Ist)

HALBAR, PORTALMALUT.com – Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 11 Halmahera Barat (Halbar) Desa Tauro, Kecamatan Jailolo, Halbar, Auglandin Tahitu diduga telah menggelapkan (tilep) uang sarana pengadaan Seragam Batik dan Olahraga Siswa dengan jumlah mencapai lebih Rp,15 juta.

Hal ini terungkap setelah salah satu orang tua wali murid, Nasar Hi. Dola membeberkan bahwa, pada saat anaknya masuk sekolah pada tahun ajaran 2024, pihak sekolah dalam hal ini Kepsek Auglandin Tahitu memungut uang sebesar Rp,600 ribu kepada setiap siswa yang berjumlah 26, dengan alasan untuk pengadaan Sergam Batik dan Seragam Olahraga.

“Sampai sekarang, mulai dari anak kami baru masuk SMP sampai sudah kelas dua SMP, anak-anak tidak ada Seragam Batik dan Olahraga. Padahal kami sudah kumpul doi (uang) per anak Rp, 600 ribu,” kata Nasar, Rabu (16/07/25).

Lanjut, pria yang akrab disapa Om Aca itu juga menjelaskan bahwa, karena tak kunjung anak meraka mendapatkan seragam yang dijanjikan, para orang tua wali murid mulai mengeluhkan. Bahkan pada saat penerimaan raport beberapa waktu lalu, para orang tua memberanikan diri untuk menanyakan langsung ke pihak sekolah. Namun naasnya, saat itu Kepsek Auglandin Tahitu tidak berada di sekolah, akhirnya guru-guru yang ada berjanji akan menyampaikan langsung kepada Kepseknya di lain waktu.

“Karena sudah satu tahun tidak ada kepastian, kami orang tua mau sampaikan, waktu itu penerimaan raport, tapi Kepsek tidak hadir dan kami sudah tanya langsung ke guru-guru yang hadir, tapi guru-guru bilang itu nanti mereka hubungi Ibu Kepsek untuk ditanyakan perkembangannya,” keluh Om Aca.

Dirinya juga berharap agar pihak sekolah mau terbuka untuk menyampaikan langsung kepada orang tau wali murid keadaan sebenarnya tanpa harus di tutup-tutupi, sehingga persoalan tidak menimbulkan kerugian yang negatif.

“Kami orang ini cuma bisa berharap, Kepala Sekolah ada niat baik, karena ini sudah satu tahun tidak ada informasi sama sekali soal seragam anak-anak itu,” harapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Halbar, Auglandin Tahitu saat dihubungi media ini mengaku bahwa, terkait pengadaan seragam batik dan olahraga tersebut, sebelumnya telah ada, namun dikarenakan ada kesalahan dari tukang jahit sehingga dipesan ulang. Hal ini membuat dirinya mengalami dirugikan.

“Pesanan itu sudah ada, hanya ada kesalahan dari penjahitnya. Saya mengalami kerugian, jadi saya pesan ulang. Itu saja yang perlu saya sampaikan. Sementara ada menunggu pesanan datang,” jelas Kepsek. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!