Dihadapan Prof Rohmin Dahuri, Wabup Halsel Bicara Visi Argomaritim

Dihadapan Prof Rohmin Dahuri, Wabup Halsel Bicara Visi Argomaritim

Wakil Bupati Halsel, Helmi Umar Muchsin. (Fot/Chiko)

‎HALSEL, PORTALMALUT.com – Program Argomaritim di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) saat ini tengah dalam proses pembangunan infrastruktur. Program Argomaritim merupakan wujud dari visi dan misi pemerintah daerah Halsel saat ini.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Halsel, Helmi Umar Muchsin saat memberikan sambutan pada acara Simposium Perikanan dan Kelautan Halmahera Selatan dengan tema “Sinergi Kampung Nelayan Merah-Putih, Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil” yang berlangsung di Kantor Bupati Halsel, Jumat (10/04/26).

“Saat ini pemerintah daerah telah menyusun strategi dalam rangka mewujudkan program Argomaritim di Halsel. Kita berharap 15 Kampung nelayan yang di tetapkan ini bisa menjadi spirit dalam mewujudkan visi misi pemerintah daerah,” kata Helmi.

Di hadapan Anggota Komisi V DPR RI, Profesor Rohmin Dahuri, Anggota DPRD Maluku Utara, dan Nazlatan Ukhara Kasuba, serta Akademisi Unkhair Ternate, Irham Hi Iksan sebagai narasumber. Helmi berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif bagi pemerintah darah dalam mengelola sumber daya kelautan melalui program dan visi Agromaritim. 

Helmi juga berharap agar pemerintah pusat dapat mengalokasikan anggaran untuk 15 kampung nelayan yang ada di Halsel ‎dapat sejalan dengan visi pemerintah daerah. Sehingga dapat berkolaborasi dengan semua lembaga untuk memitigasi risiko dari pelaksanaan program tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Halsel, Idris Ali, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Simposium Perikanan dan Kelautan Halmahera Selatan yang telah dilaksanakan. Menurutnya, kehadiran Prof Rokhmin Dahuri yang pernah menjabat Menteri KP periode 2001-2004 menjadi satu kebanggaan.

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Simposium yang luar biasa ini. Kehadiran Prof. Rokhmin Dahuri merupakan sebuah kebanggaan bagi kami, khususnya Dinas Perikanan, karena banyak gagasan dan masukan yang sangat bermanfaat untuk pembangunan perikanan di Halmahera Selatan,” ujar Idris Ali.

Idris juga menyampaikan terima kasih kepada Project Leader eLSIL, Thamrin Ali Ibrahim sebagai promotor kegiatan Simposium. Dirinya ‎berharap agar hasil Simposium ini dapat menjadi konsep dan pijakan strategis dalam membangun sektor perikanan yang berkelanjutan di Halsel. Ia optimistis, kehadiran para narasumber akan membuka peluang lebih banyak untuk program dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir dan nelayan.

‎“Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati atas bimbingan dan support yang luar biasa, sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik. Dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk mendorong kemajuan sektor perikanan,” ucapnya.

Lanjutnya, Kabupaten Halmahera Selatan menjadi daerah dengan jumlah usulan kampung nelayan terbanyak di Provinsi Maluku Utara, yakni sebanyak 15 desa. “Insya Allah bisa lolos semua. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ungkapnya.

Idris menambahkan, program Kampung Nelayan Merah Putih punya standar anggaran tertinggi hingga Rp22 miliar per desa. Meski begitu, anggaran tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan fasilitas di masing-masing kampung nelayan.

‎“Nilai standar tertinggi Rp22 miliar per desa, namun nanti akan dilihat pembangunan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh kampung nelayan itu sendiri. Bisa saja tidak sampai Rp20 miliar, atau bahkan lebih dari Rp20 miliar, tergantung kebutuhan fasilitas yang diperlukan. Hal ini juga menjadi atensi dari Bupati,” jelasnya. **

Penulis: Aziz Awat Editor: PortalMalut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!