TERNATE, PORTALMALUT.com – Jelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII Tahun 2026 yang rencananya akan di laksanakan di Kota Ternate pada 26-30 Agustus mendatang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate menyampaikan bahwa terkait kebersihan dan persiapan perbaikan ruang publik progresnya telah mencapai 70 persen.
Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala DLH Kota Ternate, Musli Muhammad, Senin (27/07/26). Sebagai bagian dari penanggung jawab (PIC) di bidang infrastruktur, DLH akan terus fokus maksimalkan proses pelayanan persampahan di beberapa ruang publik yang menjadi tempat kegiatan JKPI terselengarakan.
Musli juga mengatakan bahwa DLH akan berfokus pada lokasi utama yang telah di tetapkan, yaitu lapangan Salero, dan Benteng untuk dilakukan pembersihan, termasuk juga jalan-jalan protokol, dan pintu masuk bandara. Hal ini akan terus dimaksimalkan dengan pembersihan lingkungan dan perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan.
“Saat ini kami telah melakukan perbaikan di beberapa tempat fasilitas penunjang seperti, Pante Falajawa, Landmark, Taman Nukila, dan progres terakhir kami sudah mencapai 70 persen,” ungkap Musli.
Menurutnya, tema besar yang diangkat dalam Rakernas JKPI Tahun 2026 tentang rempah sangat relevan dengan identitas Kota Ternate. Untuk itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan hayati daerah.
“Kami ingin mendorong pelestarian tanaman khas daerah, seperti Pala dan Cengkeh. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tanaman rempah juga berperan penting menjaga ekosistem, meningkatkan daerah resapan air, serta memperluas ruang terbuka hijau,” katanya.
“Ke depan, kami berharap ruang-ruang publik di Kota Ternate dapat ditanami tanaman khas rempah, dan gagasan ini juga telah kami sampaikan kepada walikota, sambung Musli mengakhiri. **













