JAKARTA, PORTALMALUT.com – Salah satu problem ketertinggalan daerah dan terhambatnya pembangunan di kabupaten/kota di Maluku Utara adalah faktor ketidakkonsistenan penyaluran dana bagi hasil (DBH) provinsi ke kabupaten/kota.
Hal ini ditegaskan oleh calon gubernur Malut nomor urut 2, Hi Aliong Mus saat debat publik terakhir Pilgub Maluku Utara yang digelar di gedung KompasTv Jakarta, Kamis (21/11/24).
Pasangan Calon Gubenur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara, Aliong Mus-Sahril Tahir (AM-SAH) sebelumnya telah berkomitmen untuk menggenjot pembangunan di seluruh Kabupaten/Kota di Maluku Utara.
Provinsi Maluku Utara sangat kaya, namun kekayaan itu tidak di kelola dengan baik serta tidak berbanding lurus dengan pembangunan Dana Bagi Hasil dari provinsi ke Kabupaten/Kota.
“Dana Bagi Hasil (DBH) yang sangat minim selama ini, kami Paslon AM-SAH akan mendorong DBH 40-50 persen untuk menggenjot pembangunan di daerah kabupaten kota,” tegas Aliong. **













