Jawab Kebutuhan Siswa di Halsel, Jembatan Songa–Wayatim Dibangun 2026

Jawab Kebutuhan Siswa di Halsel, Jembatan Songa–Wayatim Dibangun 2026

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda (Fot/Yud)

TERNATE, PORTALMALUT.com – Pemerintah Provinsi Maluku Utara merespons cepat aspirasi masyarakat Bacan Timur Tengah, khususnya para siswa SMA yang setiap hari harus menyeberangi Sungai Tomara demi bisa bersekolah.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang menegaskan bahwa hak anak-anak untuk mendapat pendidikan yang aman tidak boleh terhambat oleh akses infrastruktur.

Semangat anak-anak di Bacan Timur Tengah untuk tetap sekolah sangat tinggi, meskipun harus menyeberangi sungai. Gubernur merasa tersentuh sekaligus bangga dengan tekad mereka.

“Tetapi pemerintah tidak boleh membiarkan risiko keselamatan menjadi bagian dari perjuangan mereka. Pendidikan harus diakses dengan aman,” ujar Gubernur Sherly di Ternate, Selasa (26/08/25).

Sebagai bentuk komitmen, Gubernur menyampaikan bahwa ruas jalan provinsi Songa – Wayatim— dan yang melintasi daerah sekitar Sungai Tomara sudah masuk dalam usulan prioritas APBD 2026. Pada ruas ini, akan dibangun jembatan penghubung agar siswa dan masyarakat tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai.

“Di tahun anggaran 2026, jembatan di ruas Songa-Wayatim akan mulai kita bangun. Ini bukan sekadar infrastruktur, tapi wujud keberpihakan pemerintah pada anak-anak dan warga yang sudah puluhan tahun berjuang dengan kondisi ini,” ucap Gubernur Sherly.

Selain rencana strategis itu, Gubernur juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara dan Dinas PUPR Provinsi untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan guna menyiapkan langkah-langkah antara lain:

1. Langkah cepat: penyediaan transportasi sementara yang aman bagi siswa untuk menyeberangi sungai saat berangkat dan pulang sekolah.
2. Langkah menengah: perbaikan akses jalan dan penambahan sarana pendukung di sekitar area sekolah.
3. Langkah jangka panjang: pembangunan infrastruktur jembatan permanen di ruas Songa – Wayatim pada APBD 2026.

“Tidak boleh lagi ada anak di Maluku Utara yang harus memilih antara keselamatan atau sekolah. Pemerintah hadir untuk memastikan akses pendidikan itu merata, termasuk di desa-desa terpencil,”ucap Gubernur Sherly. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!