TERNATE, PORTALMALUT.com – Panita penjaringan calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indoneaia (KONI) Kota Ternate hingga kini mencatat ada tiga kandidat bakal calon yang telah mengambil formulir pendaftaran.
Ketua penjaringan Ketua KONI Kota Ternate, Zulkifli Zam-zam membeberkan, sudah terdapat tiga nama yang telah mengambil formolir pendaftaran diantarnya, F. Imanula Muhammad, Fauzan A. Pinang, dan Plt Ketua KONI saat ini yakni Sofyan Bin Taher.
“Sudah ada tiga nama calon yang mengabil formulir pendaftaran, namun masih ada waktu hingga hari ini. Ini tentu memberikan peluang bagi teman-teman lain untuk ikut mendaftarakan diri,” jelas Zulkifli, Rabu (17/07/24).
Lanjut, dengan tersisanya waktu pendaftar yang ditetapkan namun tidak tidak ada lagi peserta
yang mendaftar maka panitia hanya tinggal menunggu pengembalian formolir dari tiga bakal calon yang mendaftar, dan selanjutnya diverifikasi untuk menjadi bakal calon.
“Kita nanti lihat dimana salah satu syarat pokok adalah dukungan Cabor 30% dari Cabang Olahraga aktif yang terdaftar di KONI dari 23 Cabor yang terdaftar. Untuk pemilihan nanti akan berlansung pada 27 Juli 2024,” ujarnya.
Terpisah, Ketua KONI Provinsi Maluku Utara, Jasman Abubakar menegaskan bahwa pencalonan Ketua KONI Kota Ternate tidak ada intervensi dari luar, semua bakal calon memiliki peluang untuk memenangkan pertarugan tersebut.
“Semua punya kesempatan untuk mengabdi di KONI, siapa saja boleh yang penting harus sesuai dengan syarat kriteria yang diatur dalam AD/ART dan peraturan KONI lainnya. Yang paling mendasar kita butuh sosok yang mau menghibahkan waktunya untuk mengurus olahraga melalui KONI ini,” tegas Jasman.
Untuk itu Jasman berharap, bakal calon Ketua KONI Kota Ternate membutuhkan sosok yang punya visi dan benar-benar peduli terhadap pengembangan dunia olahraga di khususnya di Kota Ternate.
Disisi lain Ketua KONI Maluku Utara juga menanggapi desas-desus terkait pelat merah (pemerintah) telah menjagokan salah satu bakal calon dari tiga nama tersebut sebagai Ketua KONI Kota Ternate.
“Sejauh ini saya belum mendengar ada arahan dari Wali Kota mendukung atau tidak mendukung siapa. Dan saya beraharap itu tidak perlu, biarlah musyawarah itu berjalan sesuai ketentuan tanpa ada intervensi dari pihak manapun filosofi terpenting dari olahraga ini adalah Fairness jadi semua harus fair,” tegasnya. **













