HALSEL, PORTALMALUT.com – Dalam rangka penguatan deteksi dini konflik sosial berdimensi agama, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Merawat Kebersamaan, Mengukuhkan Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman” yang berlangsung di Aula Kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Halsel, Senin (04/08/25).
Diskusi yang diinisiasi oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Halsel ini dengan narasumber Kepala Kemenag Halsel, Saiful Djafar Arfa, Kodim 1509 Labuha yang diwakili Pasi Intel, Lettu Inf Rizky Dicen Agusman.
Pada kesempatan itu, Kepala Seksi Bimas Islam, Mizna Laila Albar mengungkapkan bahwa, kegiatan yang digelar ini sangat penting, sebab hal ini menjadi upaya dalam mengenal, dan mengidentifikasi konflik sosial yang dilatarbelakangi oleh isu agama.
“Kegiatan FGD ini bertujuan agar kita bisa sedini mungkin mengetahui potensi konflik sosial masyarakat kita yang dilatarbelakangi oleh isu agama,” ucap Mizna.
Sementara itu, Kepala Kemenag Halsel, Saiful Djafar Arfa dalam paparannya menegaskan bahwa pentingnya kolaborasi antara beberapa pihak baik itu instansi TNI maupun Polri dalam memberikan edukasi kepada setiap masyarakat untuk selalu mengedepankan sikap toleransi antar sesama ummat, maupun sesama mazhap dalam beragama.
“Konflik sosial dimasyarakat yang didasari agama, adalah hal yang sangat tidak kita inginkan bersama, sehingga penting kiranya untuk mengenal sedini mungkin potensi konflik itu. Sebab jika itu terjadi, maka akan sangat sulit bagi kita untuk melupakan konflik itu. Kita berharap kegiatan ini bisa memeberikan solusi dan cara untuk meminamalisir potensi itu,” jelasnya.
Masi ditempat yang sama, Pasi Intel Kodim 1509 Labuha, Lettu Rizky Dicen Agusman menegaskan bahwa, pihaknya selalu memonitor potensi konflik di masyarakat.
“Pada prinsip kami akan selalu memantau setiap pergerakan atau isu-isu negatif yang berpotensi memunculkan konflik sosial di masyarakat. Kami akan berkordinasi dengan setiap satuan Intel maupun Babinsa terkait isu yang muncul. Hal ini rutin dilakukan sebagai langkah iktihar serta tindakan pencegahan secara dini mungkin,” tegasnya. **













