TERNATE, PORTALMALUT.com – Kordinator Sekolah Critis (SC) Maluku Utara (Malut) Yudistira Saiful diduga dianiaya oleh oknum Satpol-PP Kota Ternate saat melakukan aksi demonstrasi, sejumlah mahasiswa mendatangi Polres Ternate untuk membuat laporan polisi, Senin (30/10/23).
Peristiwa ini bermula ketika organisasi Sekolah Critis Maluku Utara itu menggelar aksi protes terhadap nasib warga di Kelurahan Kalumpang, Kota Ternate yang rumah digusur di depan Kantor Wali Kota Ternate.
Dalam aksi ini Kordinator SC Malut, Yudistira Saiful mendapatkan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh sejumlah anggota Satpo-PP saat berjaga-jaga di kantor Wali Kota Ternate.
“Setelah dari SPKT (Polres) tadi, kami sudah diarahkan langsung oleh petugas melakukan (untuk) visum di Rumah Sakit Bayangkara Polres Ternate,” ucap Sekjen SC Malut, Ria kepada media ini.
Terpisah, Kapolres Ternate melalui Kasi Humas, Iptu. Wahyudin membenarkan bahwa adanya laporan dugaan penganiayaan yang dialami oleh sejumlah mahasiswa tersebut.
“Iya benar, sore tadi pihak SPKT Polres Ternate didatangi oleh sejumlah mahasiswa yang diketahui tergabung di OKP Sekolah Critis Maluku Utara membuat laporan dugaan penganiyaan,” katanya.
Lanjut Wahyudi, pengaduan ini selanjutnya akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Terkait laporan ini tetap kami proses, sementara ditangani Unit Reskrim Polres Ternate, mungkin setelah itu dikaji dulu, baru bisa dilanjutkan ke Penomoran LP (laporan polisi),” jelasnya.
Untuk diketahui, hingga berita ini dimuat, Koordinator Sekolah Critis Maluku Utara, Yudistira Saiful masih dimintai keterangan oleh penyidik Reskrim Polres Ternate. **













