HALTIM, PORTALMALUT.com – Komunitas belajar Position English Club yang didirikan oleh PT Position di Halmahera Timur (Haltim) melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) terbukti membawa dampak positif bagi anak-anak usia dini disana.
Hal ini terlihat pada saat Semarak HUT RI ke-80 kemarin, para anak-anak didik Position English Club mampu meraih juara lomba tingkat pelajar di Kota Maba (Haltim). Terdapat 3 (tiga) peserta didik Position English Club yang berhasil meraih juara lomba.

Yang pertama ada Yasmin Amira dari SD Inpres Maba, meraih juara pada lomba Pidato dan Puisi, kedua ada Indriyani yang juga siswa SD Inperes Maba, berhasil juara pada lomba MC, dan yang ketiga ada Sunan dari SD Inpres Wailukum yang meraih gelar juara pada lomba puisi, yang semuanya disampaikan dalam bahasa Inggris.
Trijan Abdul Halim pengajar di Position English Club menceritakan bahwa komunitas ini hadir berkat sinergi dengan PT Position yang memberikan dukungan full dalam bentuk sarana dan prasarana, bahkan memfasilitasi siswa/i untuk mengikuti ajang perlombaan yang berbahasa Inggris.

“Kurang lebih satu tahun lalu, saat program (English Club) ini diumumkan oleh PT Position, ini menjadi satu harapan baru bagi kami, bahwa ada perhatian terhadap pendidikan bagi generasi usia dini,” kata Trijan.
“Kita diminta untuk bergabung dalam rangka untuk mengabdikan diri dan mendedikasikan untuk memberikan sumbangsih kepada anak-anak, dari apa yang kita dapatkan di perguruan tinggi,” sambungnya.

Padahal, Position English Club berdiri belum genap dua tahun, namun metode belajar yang yang diterapkan cukup baik sehingga mampu membuat pengetahuan anak-anak didik capat berkembang. Kata Trijan Position English Club menjalankan model belajar dengan metode semi outdoor, yang kadang proses belajar dilakukan di dalam kelas, dan juga di luar ruangan seperti taman dan juga tempat-tempat wisata alam.
“Anak-anak lebih cepat menangkap pelajaran kalau mereka senang. Belajar tak harus di kelas. Bisa di taman, lapangan, bahkan di pantai. Yang penting mereka merasa ini bagian dari kehidupan mereka, bukan beban,” jelasnya. (tim/prl)













