HALUT, PORTALMALUT.com – Warga di Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mengaku geram dengan tindakan PT PLN Persero Ranting Kecamatan setempat dikarenakan pelayanan listrik yang tidak stabil. Selain geram, warga juga dibuat khawatir jika terjadi sesuatu dengan baran-barang elektronik bisa rusak karena pemadaman yang tidak beraturan.
“Sangat kecewa, lampu mati (padam) selalu tak beraturan, terkadang saat makan malam bersama keluarga, hampir setengah jam bahkan lebih tanpa pemberitahuan,” ungkap Def Wangol (45) warga Desa Sosol, Malifut, Rabu (02/08/25).
Menurutnya, PLN harusnya lebih terbuka dan mendengar keluhan yang disampaikan warga, dan juga setiap ada pemadaman harusnya ada pemberitahuan kepada masyarakat. “Sebaiknya diumumkan secara terbuka hingga sampai ke tengah masyarakat,” kata Def dengan kesal.
Lanjut Def menjelaskan bahwa, pelayanan PLN yang buruk ini bukan baru terjadi, namun hal ini sudah berlangsung selama 2 bulan terakhir. Hal ini sangat berdampak kepada pelanggan, bukan saja kerugian materi namun secara moril rasa kepercayaan terhadap penyedia layanan listrik ini justru semakin berkurang.
“Saya khawatir jika listrik PLN sering mati terus kemungkinan banyak elektronik pelanggan yang rusak seperti Kulkas, Despenser, TV dan lain-lainnya,” ujarnya.
Akibat pemadaman listrik yang tidak beraturan yang dilakukan oleh PLN Ranting Kecamatan Malifut memicu banyak komentar negatif yang dialamatkan kepada PLN saat ini.
Terpisah, SPV Teknik ULP Tobelo, Wadah menjelaskan bahwa, aliran listrik di Kecamatan Malifut disuplai dari dua arah, yang pertama suplai utama dari Malifut sendiri dan ada alternatifnya suplai dari Sofifi.
“Untuk Malifut Kota disuplai dua sisi, jadi Kota itu mulai Matsa ke arah Wangeotak. Kao sampai Kusuri itu Malifut yang supalai, kemudian untuk Matsa samapi Lame itu suplainya dari Sofifi.
Terkait pemadaman, Wadah mengaku sudah mengirim informasi pemadaman untuk disampaikan kepada warga. Hal ini dikarenakan ada proses pekerjaan oleh Vendor yang sedang berlangsung. Untuk pemadaman di Malifut sendiri Wadah juga mengaku diminimalkan, sebab pekerjaan yang dilakukan Vendor masi di Desa Tomabaru mengarah ke Tabobo, yang saat ini sedang berlangsung di tanjung Barnabas.
“Tadi pagi tu di padamkan karena dari Sofifi lepas beban, pemutusnya di Tabobo. Untuk mengamankan tegangan dari sana (Sofifi) untuk masuk suplai dari Malifut, jadi pemadamannya bergantian, kalau tiba-tiba mati malam atau siang itu kami (lakukan) pergantian suplai, karena dia interkoneksi, begitu juga dari arah Utara Tobelo juga sama,” jelas Wadah.
Meski demikian, Wadah menyatakan bahwa terkait permasalahan ini pihaknya sudah memerintahkan teknisi untuk stand bay di area pemutus. “ Begitu juga operator, dengan tujuan ketika melepas beban dari Sofifi, tegangannya putus sudah ada petugas yang menyambungkan jaringan supaya tidak lama durasinya,” tutup Wadah. **













