TERNATE, PORTALMALUT.com – Pemerintah Kota Ternate menggelar Festival Literasi Ekologis dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Ternate (Hajad) yang ke-775 tahun 2025. Kegiatan ini digelar dengan maksud untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan yang digelar tiga hari (8-10) ini dibuka langsung oleh Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman di Benteng Orange, Senin (08/12/25).
Usai pembukaan festival Literasi Ekologis, Pemerintah Kota Ternate melalui Sekertaris Daerah (Sekda) Rizal Marsaoly dihadapan sejumlah media menyampaikan, Literasi Ekologis ini bertujuan agar dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang lingkungan, sehingga bisa peduli, dan tidak merusak, serta tidak memberi dampak negatif terhadap lingkungan.
“Pak Walikota memberi contoh apa yang terjadi (bencana) di Daerah Sumatera, Ya kita berdoa mudah-mudahan tidak terjadi di sini. Literasi kan tidak hanya membaca, tetapi kepekaan melihat, dan merasa, itu juga bagian dari literasi,” ucap Sekda Rizal.

Lanjut Rizal menjelaskan bahwa, dengan melihat kondisi Kota Ternate saat ini, maka 5 sampai 10 hingga 15 tahun akan datang, lingkungan ini menjadi isu yang sangat kuat yang harus dijaga, dilestarikan, dan dilindungi. Sehingga dengan isu sampah, pembukaan akses jalan ke perkebunan rakyat, dan juga isu pembukaan hutan sudah dibahas dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2025-2045.
“Inilah yang dimaksudkan dengan literasi ekologi, sehingga ada semangat dan kolaborasi bersama untuk menjaga Kota Ternate ke depan,” jelasnya.
Lanjut Rizal berharap ada penguatan terhadap kesadaran lingkungan kepada generasi saat ini sejak dini, baik itu tingkat PAUD, SD, SMP harus ada muatan lokal yang memberi pemahaman dan kesadaran, apapun aktivitasnya harus betul-betul melindungi dan melestarikan lingkungan.
“Semua harus kita wujudkan dan implementasikan. Kita lihat saja kondisi kota sekarang ini, masih saja ada warga yang kita sudah melakukan edukasi tetapi masih saja membuang sampah tidak pada tempatnya,” katanya.
Menurutnya hal ini tidak menjadi sebuah hambatan, tetapi bisa jadi ini adalah tantangan yang juga menjadi peluang. Sehingga ke depan target Pemerintah Kota Ternate setelah Pertanggung Jawab Operasional ( PJO) akan melakukan Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU) dalam rangka pengelolaan sampah di Kota Ternate.
“Kalau anggaran kita kurang karena TKD berkurang, bukan berarti kita tidak bisa melakukan improvisasi terhadap sejumlah kebijakan. Karena ada mekanisme yang di sarankan oleh kementrian yaitu KPDBU, dan sampah salah satu target kita untuk melakuan kerja sama dan bisa memberi nilai ekonomis,” jelasnya. **













