HALSEL, PORTALMALUT.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Alumni GMNI Provinsi Maluku Utara (Malut) angkat bicara terkait polemik yang terjadi antara masyarakat dan pihak perusahaan tambang nikel PT Intim Mining Santosa (IMS) di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara.
Ketua Harian DPD PA GMNI Malut, Mudasir Ishak mengatakan, masyarakat Desa Bobo bisa langsung membuat laporan pengaduan yang ditunjukkan langsung ke Presiden RI, Prabowo Subianto terkait peristiwa yang terjadi di desa atau kawasan milik warga yang saat ini PT IMS tengah menjalankan eksplorasi di wilayah tersebut.
“Jika masyarakat dirugikan soal dampak besar akan terjadi dalam operasi perusahan terhadap lingkungan dan ancaman kerusakan sektor sumber penghidupan masyarakat setempat, maka wajib untuk menolak. Karena yang menang dan untung pasti kaum oligarki dan masyarakat merasakan penderitaan,” kata Mudasir, Kamis (13/02/25).
“Aspirasi masyarakat Bobo langsung ke Istana Negara, ke bapak Presiden Prabowo Subianto. Sebab kalau hanya tingkat pemerintah daerah, kami yakin tidak di tindak lanjut atau hanya Pemberi Harapan Palsu (PHP), karena suda banyak (peristiwa) terjadi, bukan hanya di Desa Bobo,” sambungnya.
Sebelumnya, ratusan warga Desa Bobo, menggelar aksi demonstrasi untuk memprotes kegiatan eksploitasi yang dijalankan oleh PT IMS sambil membawa spanduk yang bertuliskan “Masyarakat Desa Bobo Menolak PT. IMS” Selasa (11/02).
Masa demonstran yang mengerumuni camp milik PT IMS itu mempertanyakan legalitas operasi tambang yang diduga ilegal dan berlangsung di wilayah desa tanpa koordinasi dengan masyarakat. Masa juga meminta agar semua aktivitas perusahaan dihentikan sebelum adanya transparansi terkait izin operasi, hal ini membuat semua pekerja PT IMS dengan terpaksa menghentikan aktivitasnya pada saat itu juga. **













