Suku Togutil di Hutan Halmahera Ikuti Festival Literasi TBM Masure

Suku Togutil di Hutan Halmahera Ikuti Festival Literasi TBM Masure

Festival Literasi TBM Masure (Fot/Izam)

TERNATE, PORTALMALUT.com – Taman Baca Masyarakat (TBM) Masure Desa Bale yang berlokasi di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara (Malut) mengadakan Pelatihan Cara Cepat dan Tepat Mengajari Anak Membaca untuk masyarakat. Selain para orang tua, pegiat literasi dan guru PAUD/TK serta guru SD, ikut juga Suku Tobelo Dalam (Togutil) yang tinggal di hutan-hutan Pulau Halmahera.

Mereka adalah perwakilan dari Suku Tobelo Dalam yang sudah bisa membaca dan diharapkan mampu melakukan pengimbasan untuk warga dan anak-anak Suku Tobelo Dalam yang selama ini masih buta aksara.

Ketua TBM Masure, Elzam Zami mengungkapkan, pelatihan cara cepat dan tepat membaca ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Festival Literasi Halmahera Berkreasi yang bertajuk “Belajar dan Berkegiatan Literasi di Taman Baca Milik Kita” yang berlangsung di TBM Masure Desa Bale, Oba, Kota Tidore Kepulauan, salama 4 hari, 17-20 Oktober 2024.

Pelatihan cara cepat dan tepat mengajari anak membaca (Fot/Elzam)

Kegiatan ini didanai oleh Bantuan Pemerintah (Banpem) untuk Komunitas Penggerak Literasi melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbudristek RI. TBM Masure menjadi satu dari enam penerima bantuan di Maluku Utara, di mana total se-Indonesia ada 340 komunitas yang menerima bantuan serupa.

 

“Penguatan pentingnya melek aksara dilakukan oleh Rusni Hadi, guru SD Negeri Bale. Sementara teori dan pelatihan cara mengajari membaca diberikan langsung Yeni Nuraeni, salah satu relawan kami yang selama lima tahun terakhir intens mengajari anak-anak SD setempat yang belum bisa membaca,” jelas Elzam dalam rilis yang diterima portalmalut.com Selasa (19/10/24).

Suku Tobelo Dalam sendiri, selama ini menjadi sasaran program TBM Masure yang bekerjasama dengan beberapa organisasi yang juga memiliki konsentrasi sama. Di antara program tersebut adalah pemberdayaan ekonomi dan penyaluran bantuan sosial. Di mana keberlangsungan kehidupan mereka di hutan mulai menemui banyak tantangan.

Di antaranya, sumber daya hutan berupa sumber pangan yang terbatas, konflik dengan pihak luar di kawasan hutan yang bersentuhan dengan lokasi dan keniscayaan interaksi dengan dunia luar semisal jual beli hasil hutan dan pemenuhan kebutuhan Sembako dan pakaian.

warga Suku Tobelo Dalam mendapatkan paket buku bacaan dan pakaian layak pakai dari donatur (Fot/Elzam)

Verdi Konga, salah satu warga Suku Tobelo Dalam menyampaikan apresiasinya kepada TBM Masure. “Terimakasih TBM Masure dan Badan Bahasa yang sudah membuat pelatihan. Dengan buku bahan ajar ini, kami harap bisa mengajari anak-anak suku kami yang belum bisa membaca,” katanya.

Pada pelatihan yang berlangsung di TBM Masure, Verdi Konga ditemani istrinya Nelli. Selain itu ada juga dua warga Tobelo Dalam lainnya, Lipas dan Meli. Sehari-hari, mereka tinggal di sekitar hutan yang tidak jauh dari resort milik Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang masuk dalam wilayah Desa Koli di Kecamatan Oba. Setelah pelatihan ini, warga Suku Tobelo Dalam ini juga mendapatkan paket buku bacaan dan pakaian layak pakai dari donatur.

Lanjut Elzam menjelaskan, dengan dana senilai Rp, 50 juta, TBM Masure juga melakukan kegiatan penguatan komunitas literasi berupa pelatihan membaca nyaring (read a-loud) untuk pegiat literasi, workshop menulis kreatif sastra untuk pelajar SMP dan SMA berupa puisi yang akan dibukukan, dan praktik baik membaca nyaring yang melibatkan anak-anak Desa Bale yang biasa berkegiatan di taman baca tersebut.

“Kami menyediakan bahan bacaan berupa buku berilustrasi untuk kegiatan ini serta Buku Praktis Membaca untuk media pelatihan yang dibawa pulang peserta. Sementara pelaksanaan, TBM Masure dibantu oleh Ikatan Pemuda Bale dalam kepanitian,” pungkas Elzam. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!