KEPSUL, PORTALMALUT.com – Kuat dugaan pekerjaan talud penahan banjir di Desa Baleha, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Mauku Utara asal-asalan.
Mengapa tidak, talud yang di bangun pada tahun 2025 lalu, kini badan talud sudah retak dan bahkan patah saat banjir yang terjadi, Rabu (08/04/26) kemarin.
Bahkan talud yang dikerjakan dengan pagu anggaran lebih dari Rp 6 milyar tersebut, diketahui masih dalam waktu tahapan pemeliharaan oleh pihak perusahaan pemenang tender atau yang mengerjakan proyek tersebut.
“Pajang talud 539 meter dan masih masuk waktu pemeliharaan, batas pemeliharaan sampai pada bulan Juni 2026. Patah akibat banjir tadi siang sekitar 5 meter, dan kontraktor bersedia untuk melakukan perbaikan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sula, Ade Yudhistira, kepada media setelah selesai turun ke lokasi banjir.
Lanjut Ade Yudhistira menjelaskan, pihaknya meminta kepada kontraktor untuk perbaikan talud harus dilakukan dengan lebih teliti dan tidak asal-asalan.
“Alhamdulillah pihak kontraktor merespon baik dan siap memperbaikinya segera mungkin,” tutupnya. **













