SANANA,PORTALMALUT.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) memberi dukungan penuh kepada Tim Satgas bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kepsul dalam upaya menertibkan distribusi BBM subsidi jenis minyak tanah di daerah tersebut.
Ketua DPD KNPI Kepsul, Samsul A. Banapon kepada sejumlah media, Selasa (03/01/23) menyatakan, terkait kelangkaan minyak tanah yang terjadi beberapa waktu terakhir ini, Tim Satgas dan Dinas Perindagkop Kepsul harus meningkatkan pengawasan terkait pendistribusian minyak tanah di seluruh pangkalan yang ada di wilayah Kepulauan Sula.
Menurutnya, dengan jatah minyak tanah sebanyak 460 ton per bulan, mestinya masyarakat Kepsul tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan minyak tanah, sebab jumlah tersebut dianggap cukup untuk masyarakat tanpa harus mengantre di setiap pangkalan minyak.
Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepsul itu juga meminta kepada Tim Satgas dan Dinas Perindagkop agar menertibkan PT. Sanana Lestari yang menjadi distributor agar mendistribusikan di semua pangkalan yang ada. Selain itu juga, pelayanan di pangkalan harus mengutamakan kebutuhan masyarakat Kepsul.
“Selain PT. Sanana Lestari, Tim Satgas juga harus menertibkan pemilik pangkalan atau pihak ketiga yang dengan sengaja menyalurkan minyak tanah keluar daerah atau menyalurkan kepada perusahaan. Harus di tindak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
“Kami menduga, ada oknum-oknum tertentu yang dengan sengaja menyalurkan minyak tanah bersubsidi ini keluar daerah, serta distribusi ke perusahaan, sehingga jatah minyak sebanyak 460 ton pun tidak cukup untuk dinikmati oleh masyarakat. Akibatnya selalu terjadi antrean panjang di pangkalan minyak,” sambungnya.
Untuk itu, Samsul menyebut, PT. Sanana Lestari harus bertanggung jawab terkait kelangkaan minyak tanah yang terjadi di Kepsul. Jika distribusi minyak tanah tepat di pangkalan dan pelayanannya untuk masyarakat, maka tidak akan terjadi kelangkaan.
“Kami juga meminta agar PT. Sanana Lestari segera membuka pangkalan di semua Kecamatan di Kepulauan Sula. Sebab sejumlah Kecamatan di Pulau Sulabesi dan Pulau Mangoli belum memiliki pangkalan, sedangkan dalam Kecamatan Sanana sudah mencapai puluhan pangkalan, tapi selalu terjadi antrean panjang. Ada apa dibalik banyaknya pangkalan di wilayah Kota Sanana ini,” tutupnya. (PortalMalut)













