TERNATE, PORTALMALUT.com – Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat diguncang gempa dengan kekuatan 5,6 magnitudo pada 21 November lalu yang menelan korban sebanyak 600 orang dan mengibatkan kerusakan sebanyak 53.000 rumah warga, serta 114.683 jiwa berasal dari 41.166 KK terpaksa harus mengungsi.
Demikian yang disampaikan Ketua Yayasan Halmahera Inspirasi Indonesia (HII) Abdurahman Saleh melalui rilisnya yang diterima media ini, Kamis (29/12/22).
“Hal ini mengundang rasa empati dan keprihatinan banyak kalangan dalam menyalurkan bantuan, salah satunya adalah Yayasan Halmahera Inspirasi Indonesia yang kemudian turun langsung memberikan bantuan kepada warga yang terdampak,” katanya.
Abdurahman menjelaskan, bantuan dari Yayasan Halmahera Inspirasi Indonesia yang mereka salurkan itu terbagi di dua titik secara terpisah, yakni di Desa Genjot dan Desa Gasol, Cugenang, Jawa Barat.
Lebih lanjut, Abdurahman mengatakan, pihaknya berkomitmen akan terus bersinergi dengan pihak-pihak yang ikut terlibat untuk tetap konsisten mengawal agenda-agenda sosial kemanusiaan di tengah-tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Bidang Sosial dan Keagamaan Yayasan Halmahera Inspirasi Indonesia, Rizal Kusnan, mengucapkan turut prihatin dengan bencana yang menimpa warga Cianjur, Jawa Barat tersebut.
“Kami sangat prihatin dan turut berbela sungkawa atas musibah yang dialami oleh suadara-saudari kita di Cianjur. Segalanya sudah menjadi ketetapan yang maha kuasa. Kita hanya dituntut untuk tetap sabar dan ikhlas menerima yang sudah terjadi,” ungkap Rizal.
“Tentu juga bagi kami, dalam penyaluran bantuan ini, sudah menjadi tugas kita bersama untuk saling membantu antar sesama, ketika yang lainya membutuhkan uluran dan keringanan tangan kita. Maka kehadiran Yayasan Halmahera Inspirasi Indonesia hari ini sebagai wujud peduli antar sesama anak bangsa dengan segala perwujudanya,” sambungnya. (PortalMalut)








