SOFIFI, PORTALMALUT.com – Komunitas Pemuda Siaga Darurat Bencana (Kopi Dabe) Desa Balbar, Kecamatan Oba Utara, yang merupakan aksi perubahan oleh reformer Rusihan Ismail, SKM., M.MB secara resmi di Launching, bertempat di Pantai Wisata Doe Masure, Desa Balbar, Jum’at (17/02/23).
Aksi perubahan oleh reformer Rusihan Ismail ini mendapat didukung oleh BPBD Malut, BPBD Kota Tikep, Dinas Kesehatan Malut, Dinas PMD Tikep, Camat Oba Utara, Pusat Studi Tangguh Unkhair Ternate, Poltekkes Ternate, BMKG, BASARNAS, PMI Malut, Puskesmas Galala, Antam UBPN Malut, serta Yayasan Halmahera Inspirasi Indonesia (HII).
Implementasi yang dilaksanakan selama 60 hari tersebut itu, beberapa kegiatan telah dilaksanakan antara lain, Baseline Survey, Analisis Resiko Bencana, Penyusunan SOP Tanggal Darurat serta Pelatihan Pertolongan Pertama.
“Alhamdulillah dengan keterbatasan waktu dan tenaga, tapi berkat kerja sama dari semua pihak, launching KOPI DABE hari ini dapat dilaksanakan. Ini merupakan implementasi aksi perubahan yang kami lakukan sebagai rangkaian dari Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Provinsi Maluku Utara tahun 2022,” ungkap Rusihan Ismail.
Pada kesempatan itu, Kalak BPBD Malut yang diwakili Kabid Kesiapsiagaan Bencana, Taufik Abbas, ST., M.Si yang juga selaku mentor menyampaikan, aksi perubahan ini adalah sebuah gagasan yang patut didukung oleh semua pihak, mengingat saat ini situasi, kondisi wilayah Malut yang rawan bencana, maka perlu adanya komunitas-komunitas yang peduli dan mendukung pemerintah dalam penanggulangan bencana.
“IRBI atau Indeks Risiko Bencana Provinsi Maluku Utara adalah tinggi, sehingga semua pihak baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, lembaga-lembaga non pemerintah termasuk komunitas-komunitas perlu harus saling berkolaborasi dan bersinergi dalam penanganan bencana,” katanya.
Lebih lanjut, Kabid yang sering di sapa Opick itu menjelaskan, paradigma penanggulangan saat ini berubah dari responsif/tanggap darurat menjadi kesiapsiagaan dan pengurangan resiko bencana. “Karena kita tidak tahu kapan bencana dapat terjadi sehingga ketika terjadi kita sudah siap menghadapi dan dapat meminimalisir dampak dari bencana itu sendiri,” ucapnya.
Sementara, Kepala Desa Balbar, Amir Abdullah, S.Pdi dalam sambutannya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada reformer atas apa yang telah dilakukan di Desanya tersebut. Pihaknya berterimakasih kepada reformer atas kontribusi pikiran sehingga lahirlah Kopi Dabe yang menjadikan pemuda sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana di Desa Balbar.
“Kedepan kami berharap ide-ide dan gagasan seperti ini terus dilaksanakan di desa kami, dan kami siap mendukung, serta akan kami masukkan ke dalam Musrembang Desa sebagai bagian dari pembangunan desa dalam bidang penanggulangan bencana seperti mitigasi dan pengurangan resiko bencana,” katanya.
Ditempat yang sama, Ketua Komunitas Kopi Dabe, Arafiq Badarudin dalam sambutannya mengatakan, aksi perubahan ini sangat bermanfaat bagi pemuda, khususnya dalam penanganan korban, baik bencana atau gawatdarurat sehari-hari seperti kecelakaan atau insiden lainnya. Ini ilmu yang baru dan luar biasa, karena dirinya secara pribadi mengaku baru mendapatkan pengetahuan seperti itu.
“Apalagi pengetahuan tentang menolong orang yang mengalami kondisi gawat darurat, selain itu ilmu tentang kebencanaan yang hampir dan jarang sekali didapat di tempat lain,” ucap Arafiq.
Sementara itu, Yayayasan Halmahera Inspirasi Indonesia (HII) sebagai mitra pendukung aksi perubahan pada kesempatan tersebut memberikan sumbangan kepada Komunitas Kopi Dabe berupa peralatan penanganan darurat, antara lain, Tandu, Bidai, Kotak P3K, Kaos serta beberapa peralatan lainnya.
Yayasan yang berkantor pusat di Jakarta itu merupakan lembaga non profit yang memiliki visi sebagai wadah kolaborasi bagi pemuda/i Halmahera dalam mewujudkan nilai-nilai kearifan lokal dan pengelolaan SDA berkelanjutan untuk kesejahteraan tanah Halmahera, yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, sosial kemanusiaan dan sosial keagamaan, dan pelatihan SDM serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Direktur Komunikasi dan Marketing Yayasan HII, Arjun Onga pada acara tersebut menyampaikan, pihaknya siap menjadi mitra bagi pemerintah dan masyarakat khususnya bidang sosial kemanusiaan. “Kami siap menjadi mitra dalam kegiatan sosial kemanusiaan bersama pemerintah dan masyarakat, karena ini sebuah persoalan yang sangat urgent,” ungkapnya.
Terpisah, Dirktur Eksekutif Yayasan HII, Abdurahiddin Saleh melalui sambungan telpon menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh reformer_Rusihan Ismail tersebut. “Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini, apalagi misi kami adalah kolaborasi mitra Pentahelix semua pihak. Harapan kami, semoga kegiatan positif seperti ini terus dilakukan dan kami siap menjadi mitra strategi dan mensupport kegiatan selanjutnya,” ucap Abdurahiddin. (PortalMalut)








