Peningkatan Kapasitas SDM UMKM Jadi Prioritas Dinas Koperasi Malut

Peningkatan Kapasitas SDM UMKM Jadi Prioritas Dinas Koperasi Malut

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Malut, Wa Zaharia

SOFIFI, PORTALMALUT.com – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus berupaya mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk terus berkembangn melalui program-program yang telah disiapkan, salah satunya adalah meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku UMKM yang ada.

Demikian yang disampaikan Kepala Dinas Koperasri dan UMKM Malut, Wa Zaharia, Selasa (07/03/23). Menurutnya, terdapat tiga program strategis yang bakal dilakukan pada tahun 2023 ini. Selain Peningkatan Kapasitas SDM, juga Peningkatan Kapasitas Produksi, serta Pemesaran dan Permodalan.

Menurutnya, mengembangkan kualitas produk serta branding dengan menciptakan kemasan produk yang menarik telah dilakukan sebelumnya. Namun hal itu masih terbilang belum maksimal. Oleh karena itu, sentuhan untuk merubah mindset pelaku usaha untuk meng-upgrade teknologi maupun update perkembangan tantangan usaha harus dilakukan dengan cara Pengembangan Kapasitas SDM.

Sementara untuk Peningkatan Kapasitas Produksi, yang menjadi permasalahan selama ini ada di pelaku usaha mikro dari semua sektor, baik itu perdagangan dan lain-lain. Untuk itu pihaknya memberikan dukungan dari sisi peralatan. Harapannya, dengan peralatan yang lebih modern daripada yang digunakan saat ini bisa meningkatkan produktivitas, sehingga bisa mendorong pelaku usaha naik kelas dari usaha mikro menjadi usaha kecil.

Lanjutnya, untuk Pemasaran dan Permodalan, pihaknya telah menyediakan UKM Mart untuk promosi produk UMKM di 10 kabupaten/kota se-Malut, UKM Mart diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 28 September 2022 di Sofifi.  Selain itu, pihaknya juga membuat Pojok UMKM di kantor Gubernur Malut guna menyasar konsumen dari kalangan ASN, serta mengikutsertakan pelaku usaha pada event-event dan pameran baik, lokal maupun nasional.

“Jadi setelah dilatih skillnya, disesuaikan kebutuhannya kemudian diberikan bantuan peralatan sesuai dengan kebutuhan. Kan ini namanya bantuan hibah, jadi berdasrkan proposal yang masuk, baik melalui musrembang maupun dari UMKM itu sendiri. Dari situ kita analisis ternyata yang dibutuhkan itu bantuan peralatan untuk meningkatkan kapasitas produksi meraka. Dari berbagai sektor,” jelasnya.

Untuk mendukung program strategis tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM Malut mengalokasikan anggaran Rp,25 miliar, yang di dalamnya termasuk Rp,7 miliar belanja pegawai dan dana rutin tahun 2023. Dirinya berharap pelaku UMKM terus melakukan inovasi serta meningkatkan pemahaman penggunaan teknologi digital yang terus berkembang.

Hal ini kata Wa Zaharia, karena tuntutan kedepan untuk pemasaran produk tidak hanya untuk lokal, melainkan sudah harus berpikir masuk pasar nasional maupun internasional. “Sehingga kesiapan UMKM untuk sisi kualitas produksi maupun packaging dan legalitasnya sudah harus dipikirkan. Kita bahkan dari pemerintah siap untuk mendukung ini,” ungkapnya mengakhiri. (PortalMalut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!