TERNATE, PORTALMALUT.com – Stasiun Pengisian BBM Umum (SPBU) Kompak di Kelurahan Tafure Kota Ternate, Maluku Utara diduga bermain curang dalam penjualan BBM subsidi jenis Pertalite. BBM subsidi tersebut bukan dijual kepada konsumen akhir melainkan dijual kepada pengecer untuk selanjutnya dijual kembali di depot-depot samping jalan.
Menanggapi hal tersebut, pihak PT Pertamina Maluku Utara mengungkapkan, akan segera menindaklanjuti dan melakukan inditfikasi lebih lanjut. Sebab sejauh ini laporan yang disampiak oleh pihak SPBU sendiri masi terbilang baik-baik saja.
“Saya akan coba identifikasi lebih lanjut. Saya cek informasi kepada pengusahanya, dan kita coba cek operatornya, dan mungkin saya akan turun ke lapangan untuk mengecek kebenarannya,” jelas Sales Branch Menager Rayon 1 Pertamina Maluku Utara, Rijal Julianto, Jumat (08/03/24).
Menurtnya, dalam kontrak antara SPBU dan PT Pertamina sudah dijelaskan bahwa ada sangsi apabila pihak SPBU terbukti melanggar kesepakatan yang tertuang di dalam kontrak tersebut. Sangsi yang dimaksud adalah penyetopan sementara penyaluran Pertalite, dan juga pengurangan Pertalite serta sangsi finansial berupa biaya pengganti jumlah BBM subsidi yang sudah disalurkan.
“Sangsi paling berat ya penghentian total. Untuk itu kita himbau agar tidak dilakukan lagi. Kalau kita himbau, kita kurangi (BBM), kita stop sementara dan kita kasih sangsi, tunjuannya agar si SPBU melakukan evaluasi untuk memperbaiki pelayanannya,” ucapnya.
Lanjutnya, jika masalah yang sama dilakukan berulang kali oleh pihak SPBU maka menutup kemungkinan akan dilakukan penghentian penyaluran BBM subsidi di SPBU bersangkutan.
“Karna kalau misalnya kita stop secara permanen takutnya ada masyarakat yang membutuhkan tapi tidak mendapatkan. Tapi misalnya berulang-berulang maka kita stop saja subsidinya,” tutupnya. **









