HALSEL, PORTALMALUT.com – Upaya tim gabungan dalam mencari atas hilangnya kontributor Metro TV, Sahril Hilmi dalam inseden ledakan speedboat RIB 04 milik Basarnas Ternate telah berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia, Sabtu (08/02/25).
Jasad sang jurnalis itu ditemukan di Desa Sabatang, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan (Halsel), tepatnya di pesisir pantai tanjung neraka. Tim pencari yang terdiri dari Jurnalis Halsel, Ditpolairud Bacan Timur, anggota Kodim 1509/Labuha, serta warga setempat telah mengevakuasi terhadap jenazah Sahril Helmi untuk dibawa ke rumah sakit di bacan.
Sekitar pukul 12:15 Wit, jasad korban telah tiba di RSUD Labuha Bacan, untuk identifikasi lebih lanjut sambil menunggu pihak keluarga serta orang tua korban yang sedang menuju ke Labuha menggunakan KRI Mata Bongsang.

Sebelumnya, diberitakan bahwa speedboat RIB 04 milik Basarnas Ternate meledak saat berlayar menuju operasi evakuasi pada Minggu (02/02) malam sekitar pukul 23.00 WIT. Dalam peristiwa ini tiga orang meninggal dunia dan satu korban lainnya yakni Sahril Helmi wartawan Metro TV dinyatakan hilang.
Korban yang meninggal dunia diantaranya, Bharatu Mardi Hadji (anggota Ditpolairud Polda Malut) serta dua anggota Basarnas, Fadli M. Malagapi dan M Riski Esa, sementara jurnalis Metro TV, Sahril Helmi, masih dinyatakan hilang dan sedang dalam upaya pencarian.
Sementara untuk korbankan selamat berjumlah tujuh orng dan telah berhasil dievakuasi mendapatkan bantuan medis di pusat kesehatan terdekat. Mereka adalah Kasi Ops Basarnas M Syahran Laturua, Ryan Azur Ali (PNS SAR Kota Ternate), Hamja Djirun (PNS SAR Kota Ternate), Darmanto Rauf (PNS SAR Kota Ternate), Maretang (PNS SAR Kota Ternate), Bripka Irwan Idris (anggota Dit Polairud Polda Malut), dan Bripda Putra Nusantara Ruslan (anggota Dit Polairud).
Korban yang selamat awalnya ditemukan oleh kapal cepat KM Cantika Lestari 10 yang sedang berlayar dari Pelabuhan Gita menuju Manado. Mereka kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Gita dan mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Payahe sebelum akhirnya dipindahkan ke Ternate menggunakan KM Pandudewanata. **













