TIDORE, PORTALMALUT.com – Jojo sang penyanyi dan juga pencipta lagu di Maluku Utara ini menjadi sorotan saat manggung pada malam puncak Festival Kampung Nelayan Tomalou (FKNT) yang ke-III Tahun 2023, Sabtu (16/09/23) malam tadi.
Hal ini dikarenakan, Jojo yang awalnya diminta untuk membawakan lagunya yang berjudul Senja Di Kampung Nelayan yang dirilis pada tahun 2020 lalu dan dipatenkan sebagai lagu FKNT itu untuk penutup acara, namun saat diatas panggung Jojo langsung membentang sebuah spanduk yang bertuliskan Save Sagea.
“Sebelumnya, dari Tamalou ini kita turut berbelasungkawa atas apa yang terjadi di Halmahera. Mari kita sama-sama (ucapkan) Save Sagea dari Tomalou,” ucap Jojo.
Sang pemilik nama lengkap Budi Janglaha itu kepada portalmalut.com mengungkapkan, aksinya yang membentangkan spanduk Save Segae pada malam penutupan FKNT itu semata karena merasa terpanggil dengan peristiwa pencemaran lingkungan yang terjadi di Halmahera Tengah (Halteng) hingga menyebabkan Sungai Sagea dan Goa Bokimaruru yang airnya berubah warna coklat.
“Sebagai rasa keprihatian atas apa yang terjadi di Sagea. Dan sebagai bentuk ajakan agar pembangunan tetap memperdulikan lingkungan,” kata Jojo. **













