TERNATE, PORTALMALUT.com – Sejumlah elemen gerakan mashasiswa di Kota Ternate yang tergabung dalam Koalisi Selamatkan Kampung Sagea (SEKA) kembali geler aksi unjuk rasa di depan Rumah Dinas Gubernur Maluku Utara, di Kelurahan Takoma, Ternate Tengah, Senin (18/09/23).
Dalam aksi ini massa mendesak agar bertemu langsung dengan Gubernur Abdul Gani Kasuba guna mendapatkan penjelasan terkait buntutnya penangan masalah pencemaran lingkungan di Sungai Sagea dan Goa Bokimaruru di Halmahera Tengah (Halteng) Maluku Utara.
Pantauan media ini, ratusan massa aksi itu melakukan long-march dan memblokade jalan utama. Kordinator lapangan, Faujan pada kesempatan itu menyampaikan, pihaknya hanya ingin bertemu langsung dengan Gubernur Abdul Gani Kasuba karena dinilai sengaja mendiamkan masalah pencemaran di Sungai Sagea.

“Hari ini kami ingin bertemu dengan Abdul Gani Kasuba yang sengaja mendiamkan masalah pencemaran Sungai Sagea,” katanya.
Massa juga mengancam menduduki kediaman hingga Gubernur AGK bersedia untuk menemui mereka. Hal dikarenakan beberapa kali menggelar aksi di depan kediaman dan meminta untuk bertemu namun gubernur tidak pernah menemui mereka.
“Sudah berulang kali kami gelar aksi, tapi tidak pernah berjumpa dengan gubernur. Olehnya itu, hari ini kami akan duduki kediaman hingga bertemu dengan beliau,” tegasnya.

Setelah menyampaikan orasi tuntutanya, massa aksi melakukan atraksi tarian cakalele sembari membakar ban bekas yang berujung baku pukul (berkelahi) antara sejumlah massa akasi dengan aparat Kepolisian dan Satpol-PP yang melakukan pengamanan.
Akibat dari insiden baku pukul ini dua massa aksi sempat diamankan, namun didesak oleh massa agar dibebaskan sehingga keduanya langsung dilepas oleh pihak pengamanan. **













