TERNATE, PORTALMALUT.com – Kasus tercemarnya sungai Sagea terus menuai protes dari mahasiswa dengan cara menggelar aksi unjuk rasa, kali ini Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kharun (Unkhair) Ternate turun ke jalan menggelar aksi hingga memboikot jalan di depan Rumah Dinas Gubernur Maluku Utara, di Keluruhan Takoma, Kecamatan Ternate Tengah, Kamis (14/09/23).
Ratusan mahasiswa itu mengepung pintu utama Kediaman Gubernur Malut hingga sore hari dan meminta agar bertemu dengan Gubernur Abdul Gani Kasuba untuk melakukan hering secara langsung.
Pada kesempatan itu, Ketua BEM Unkhair, Junaidi Ibrahim menyampaikan mosi ketidakpercayaannya kepada Gubernur Maluku Utara karena berdasarkan data yang mereka miliki menunjukkan bahwa gubernur dianggap gagal dalam penanganan kasus tercemarnya Sungai Sagea di Halmahera Tengah itu.
“Berdasarkan data yang kami miliki, Gubernur Maluku Utara gagal dalam penangan kasus tercemarnya Sungai Sagea,” tegas Junaidi.
Lanjut Junaidi mengatkan, aksi yang dilakukan itu berharap agar Gubernur Abdul Gani Kasuba dapat menemui mereka guna berdialog secara langsung, namun hingga malam ini gubernur tak kunjung menemui mereka sampai akhirnya mereka membubarkan diri. Untuk itu Junaidi pun mengancam akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi.
“Sebenarnya dalam Unras ini torang berharap bisa hering langsung dengan gubernur. Dan kami berjanji akan kembali dengan jumlah masa yang lebih banyak lagi,” tandasnya.
Terpisah, Kapolres Ternate melalui Kasi Humas, Iptu Wahyuddin, menyampaikan apresiasi karena dalam pelaksanaan Unras sejak pagi hingga sore hari ini dapat berjalan dengan aman dan damai.
“Kami sangat amat mengapresiasi ade-ade mahasiswa dari BEM Universitas Khairun karena dalam Unras ini dapat berjalan dengan aman dan damai,” katanya.
Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Malut telah berupaya menemui massa aksi dengan mendatangkan Kepala Dinas Lingkukan Hidup, Fachrudin Tukuboya untuk hering dengan pendemo, namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh massa aksi sembari meminta untuk bertemu langsung dengan gubernur. **













