TERNATE, PORTALMALUT.com – Ratusan masa dari Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Ditkrimum Polda Maluku Utara (Malut), Selasa (02/11/22). Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap kinerja Kepolisan yang dianggap tidak serius dalam mengungkapkan kasus pembunuhan sadis yang terjadi di kawasan hutan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur yang terjadi beberapa waktu lalu.
Pantauan media ini, Mahasiswa yang tergabung dari beberapa elemen gerakan itu datang dengan menggunakan satu buah mobil pick-up yang dilengkapi sound system, dan sebagian masa berjalan kaki dengan membawa keranda mayat sambil bertakbir. Dalam aksinya, masa kemudian mendesak pihak Kepolisian untuk segara menangkap pelaku dari pembunuhan sadis tersebut.
Koordinator Aksi, Hasbullah dalam orasinya menyampaikan, pembunuhan warga di kawasan hutan desa Gotowasi, Kecamatan Maba Selatan, adalah satu dari sekian kejadian yang dialami warga selama ini.
“Aksi pembunuhan terhadap warga Gotowasi atas nama Talib Muid (65 Tahun) pada Sabtu (29/10/22) harus diusut tuntas oleh Kepolisian,” katanya.
Baca Juga; Berdalih Promosi Wisata, Rombongan Bupati Sula Keluar Negeri Untuk Ambur Gaya di TikTok
Hasbbulah menjelaskan, kejadian pembunuhan itu terjadi saat korban berangkat dari Desa Gotowasi menuju ke hutan Semilo untuk mengambil hasil kebunnya, sesampainya di kebun, korban saat itu bersama istrinya langsung melakukan aktifitas mengisi kopra yang sudah di asap (Fufu), dan tiba-tiba terdengar suara teriakan dari sebelah kebun, korban lalu menyuruh istri untuk berlari meminta pertolongan kepada warga. Namun saat balik ke lokasi bersama warga, korban (Talib Muid) ditemukan sudah tak bernyawa dan tergeletak di bawah pohon kelapa.
“Dalam kejadian ini korban mengalami luka panah di bagian belakang tembus di bagian kiri, selain itu leher dan tangan, serta bagian perut korban dicincang,” jelasnya.
Selain pembunuhan terhadap korban Talib Muid, warga Gotowasi, Maba Selatan, peristiwa serupa juga diketahui telah terjadi di tahun 1985, 2004, 2013, 2016, 2019, 2021, dan 2022 ini.
“Kasus yang sama dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di kali Waci dengan memakan 8 korban jiwa. Kemudian peristiwa berikutnya di kali Gowonle, Kecamatan Patani Timur, Kabupaten Halmahera Tengah dengan korban sebanyak 3 orang. Aksi OTK berlanjut di Gotowasi, Maba Selatan dengan korban jiwa sebanyak 2 orang,” katanya lagi.
“Total korban pembunuhan sadis ini sudah sebanyak 13 nyawa masyarakat yang tumbang. Dari rentetan peristiwa mutilasi ini, namun tidak ada niat baik dari pihak aparat dan juga Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dan Halmahera Tengah untuk mengatasi hal ini,” tutup Hasbullah. (Agus/PortalMalut)













